Editor: TEUKU HUSAINI
BUKITTINGGI, Sinyalgonews.com,–Perayaan bersejarah 100 tahun Jam Gadang di Kota Bukittinggi kembali menghadirkan semangat kebudayaan Minangkabau melalui kegiatan Alek Nagari yang melibatkan ribuan pelajar dari berbagai sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali permainan tradisional, nilai adat, serta mempererat kebersamaan masyarakat di Ranah Minang.
Salah satu sekolah yang turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut adalah MTsN 1 Bukittinggi. Para siswa madrasah ini tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam berbagai cabang perlombaan permainan anak nagari yang digelar di pelataran ikon kota Jam Gadang.
Alek Nagari yang digelar dalam rangka peringatan satu abad Jam Gadang ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan turut berpartisipasi dalam lomba permainan tradisional seperti galah, engrang, patok lele, hingga berbagai permainan khas Minangkabau lainnya yang sarat nilai budaya dan kebersamaan.
Keterlibatan siswa MTsN 1 Bukittinggi menjadi bukti nyata bahwa generasi muda masih memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah. Selain mengikuti perlombaan, para siswa juga menunjukkan semangat sportivitas tinggi dalam setiap kegiatan yang diikuti.
Dalam ajang tersebut, sejumlah siswa MTsN 1 Bukittinggi berhasil meraih prestasi. Di antaranya Juara 1 Patok Lele yang diraih oleh Al Muhtadhe Billah siswa kelas VII.I. Sementara itu, Juara 3 Kampar diraih oleh Zafran kelas VIII.E dan Fairuz Rahman kelas VIII.K. Prestasi ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi pihak sekolah dan keluarga besar MTsN 1 Bukittinggi.
Kepala MTsN 1 Bukittinggi memberikan apresiasi atas capaian para siswa yang telah mengharumkan nama madrasah. Ia menilai bahwa kegiatan seperti Alek Nagari tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pendidikan karakter yang sangat penting bagi generasi muda, terutama dalam membangun kerja sama, disiplin, serta kecintaan terhadap budaya lokal.
Menurutnya, keterlibatan siswa dalam kegiatan berbasis budaya ini sejalan dengan upaya pendidikan yang menanamkan nilai-nilai kearifan lokal di tengah arus modernisasi. Hal ini juga menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan budaya.
Alek Nagari 100 Tahun Jam Gadang sendiri menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kota Bukittinggi tahun ini. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 1.000 pelajar dari sekitar 80 sekolah, serta melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, dan masyarakat luas. Selain lomba permainan tradisional, kegiatan ini juga menampilkan kuliner khas Minangkabau dan berbagai pertunjukan budaya daerah.
Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Dinas Kebudayaan Sumatera Barat menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Minangkabau sekaligus memperkuat identitas daerah di tengah perkembangan zaman. Tradisi Alek Anak Nagari diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi agenda tahunan yang lebih besar di masa mendatang.
Dengan suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, diharapkan generasi muda semakin mencintai budaya sendiri dan tidak melupakan akar tradisi Minangkabau yang kaya akan nilai kebersamaan, gotong royong, dan sportivitas.
Alek Nagari 100 Tahun Jam Gadang pun menjadi simbol bahwa warisan budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga harus dihidupkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.