Padang, Sinyalgonews.com — Bencana hidrometeorologi berupa banjir bandang, longsor, dan meluapnya sungai di berbagai wilayah Sumatera Barat kembali menorehkan duka mendalam. Hingga laporan terakhir dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal dunia mencapai 90 orang, sementara 85 orang lainnya masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian intensif oleh tim SAR gabungan.
Data ini bersifat dinamis karena proses evakuasi masih berlangsung dan akses ke sebagian daerah terdampak sangat terbatas. Pemerintah provinsi telah menetapkan status tanggap darurat, mempercepat koordinasi penyelamatan, evakuasi, dan distribusi bantuan.
Kawasan Terparah & Tingginya Korban di Agam dan sekitarnya
Sejumlah kabupaten menjadi episentrum kerusakan, terutama wilayah dengan kontur curam dan aliran sungai besar. Kabupaten Agam tercatat menjadi daerah dengan jumlah korban paling tinggi. Selain itu, luapan sungai, tebing longsor, hingga hantaman material kayu dan lumpur memperparah situasi di beberapa titik.
“Tim kami menemukan banyak titik longsor yang menutup jalur evakuasi. Sebagian area hanya bisa dijangkau berjalan kaki dan menggunakan alat manual,” ujar seorang petugas BPBD Sumbar di lokasi.
Proses Pencarian Terkendala Cuaca & Medan Berat
Upaya pencarian korban hilang dilakukan oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, TNI/Polri, relawan, hingga masyarakat setempat. Mereka bekerja dengan perahu karet, drone, alat pencari korban, serta penyisiran manual di area lumpur dan sungai.
Kepala Basarnas yang turun langsung ke lapangan menegaskan bahwa medan menjadi tantangan utama.
> “Banyak akses yang terputus, jembatan hanyut, dan jalur tertutup material longsor. Meski begitu, tim SAR terus memaksimalkan pencarian 85 korban yang belum ditemukan,” ujarnya saat memimpin operasi udara.
BNPB juga memperingatkan bahwa cuaca yang belum stabil bisa memicu longsor susulan. Lahan yang jenuh oleh hujan menjadi labil dan sangat berisiko bagi tim di lapangan.
BNPB: Data Korban Bisa Bertambah
Kepala Pusat Data BNPB menyampaikan bahwa angka korban bisa berubah dalam beberapa hari ke depan.
> “Data yang masuk dari lapangan masih terus diverifikasi. Dengan akses yang sulit, ada kemungkinan data korban bertambah seiring ditemukannya korban di titik-titik terpencil,” jelasnya.
Selain korban meninggal dan hilang, ada 10 orang yang dilaporkan luka-luka, serta ratusan warga lainnya mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Kerusakan Infrastruktur: Jalan Putus, Jembatan Hanyut, Permukiman Rusak Berat
Bencana yang terjadi tidak hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga merusak berbagai fasilitas umum dan rumah penduduk:
Sejumlah jembatan di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar dilaporkan rusak atau hanyut.
Puluhan rumah tertimbun longsor atau terseret arus banjir.
Ribuan warga mengalami gangguan akses air bersih dan kebutuhan dasar.
Arus listrik di beberapa titik sempat terputus karena gardu dan jaringan terdampak.
Petugas di lapangan mengaku kesulitan membawa logistik karena beberapa rute utama masih tertutup lumpur tebal dan pepohonan tumbang.
Pengungsi Butuh Bantuan Mendesak
Ribuan warga mengungsi ke sekolah, mushalla, gedung serbaguna, dan rumah kerabat. Kondisi di beberapa posko masih memerlukan:
Makanan siap saji
Air bersih dan pakaian kering
Obat-obatan
Selimut dan kebutuhan perempuan serta anak-anak
Tim gabungan terus berupaya menyalurkan bantuan meski situasi logistik cukup menantang.
Pemerintah Tetapkan Status Darurat
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat telah menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November hingga 8 Desember 2025, dengan kemungkinan perpanjangan. Status ini memberi ruang percepatan dalam:
Pengerahan personel dan alat berat
Pembukaan jalan yang tertutup material
Pendataan korban
Distribusi bantuan
Pencarian dan evakuasi dalam skala besar
BNPB menyatakan akan memprioritaskan bantuan logistik dan operasional untuk percepatan penanganan di Sumbar.
Kesaksian Warga: “Kami Tidak Sempat Menyelamatkan Apa-apa”
Sejumlah warga yang selamat mengisahkan derasnya arus banjir dan cepatnya material longsor turun dari bukit.
“Air datang tiba-tiba, deras sekali. Kami hanya sempat menyelamatkan diri,” ujar Rahmi, warga Agam yang kini mengungsi di posko darurat.
Cerita korban selamat ini menjadi bukti betapa cepatnya bencana terjadi saat intensitas hujan mencapai puncak.
Imbauan Resmi: Waspadai Longsor Susulan & Sungai Meluap
Pemerintah daerah bersama BPBD Sumbar mengingatkan masyarakat untuk:
Menghindari aktivitas di sekitar tebing curam dan sungai
Tidak kembali ke rumah yang berada di zona merah sebelum dinyatakan aman
Membatasi perjalanan ke daerah yang masih rawan longsor
Mengikuti arahan petugas di lapangan
“Keselamatan warga adalah yang utama. Jangan memaksakan diri melewati jalur yang belum dibuka,” tegas BPBD.
Penutup
Musibah yang melanda Sumatera Barat ini bukan hanya duka bagi daerah, tetapi bagi seluruh bangsa. Dengan 90 warga meninggal dan 85 lainnya masih hilang, kerja kemanusiaan masih panjang. Sinyalgonews.com akan terus memperbarui informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan Basarnas demi memastikan publik menerima data yang valid dan dapat dipercaya.
Editor: Teuku Husaini – Sinyalgonews.com