Padang, Sinyalgonews.com,— Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera kembali menelan korban dalam jumlah besar. Berdasarkan data terkini hingga 29 November 2025, tercatat sedikitnya 174 jiwa meninggal dunia dan 79 orang masih dinyatakan hilang di tiga provinsi terdampak utama: Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat.
Sumatera Utara Paling Parah
Provinsi Sumatera Utara menjadi wilayah dengan dampak paling besar. Sedikitnya 116 korban meninggal ditemukan di berbagai lokasi yang terisolasi banjir dan longsor, sementara 42 orang masih hilang dalam proses pencarian. Ribuan keluarga mengungsi akibat rumah mereka terendam, rusak berat, atau hanyut tersapu banjir.
Aceh dan Sumatera Barat Juga Terdampak Berat
Di Aceh, tercatat sekitar 35 warga meninggal dunia serta 25 orang masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan. Banyak desa mengalami lumpuh total karena akses jalan tertutup lumpur dan material longsor.
Sementara itu di Sumatera Barat, data sementara menunjukkan 23 korban jiwa dan 12 warga dilaporkan hilang. Lebih dari 3.900 keluarga harus mengungsi ke tempat aman karena rumah mereka terendam dan terancam longsor.
Total Pengungsi Mencapai Lebih dari 12 Ribu KK
Jika ditotal dari tiga provinsi tersebut, terdapat 12.546 kepala keluarga yang kini berada di lokasi pengungsian. Mereka sangat membutuhkan bantuan logistik seperti makanan, pakaian, selimut, air bersih, obat-obatan, serta dukungan psikologis.
Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkirakan kerugian di Sumatera Barat saja sudah mencapai Rp 4,9 miliar. Angka ini diprediksi meningkat karena banyaknya fasilitas umum, rumah ibadah, sekolah, jembatan, hingga jalan yang rusak akibat terjangan banjir dan longsor.
Pemerintah Pusat Siap Kucurkan Dana Darurat
Pemerintah melalui Menteri Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan siap mengucurkan dana darurat bencana jika mekanisme regulasi dinyatakan terpenuhi. Pemerintah juga terus memantau kondisi lapangan untuk memastikan penanganan cepat, termasuk proses evakuasi, logistik, dan percepatan penyaluran bantuan untuk wilayah terdampak.
Pencarian dan Evakuasi Terus Berlangsung
Hingga kini tim SAR gabungan, TNI, Polri, BPBD, Basarnas, relawan, dan masyarakat masih terus melakukan pencarian korban di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau. Cuaca yang masih tidak stabil serta akses yang rusak membuat proses penyelamatan menghadapi tantangan besar.
Sinyalgonews akan terus melakukan pemutakhiran data dan memantau perkembangan di lapangan. Bencana ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan menghadapi musim hujan ekstrem serta perlunya kesiapsiagaan mitigasi di wilayah rawan banjir dan longsor.
Editor: TEUKU HUSAINI – Sinyalgonews.com