Padang, Sinyalgonews.com,–Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional sebagai momentum untuk mengenang jasa besar Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang meletakkan fondasi pendidikan bangsa. Tanggal ini dipilih bertepatan dengan hari kelahirannya dan terus diperingati setiap tahun sebagai pengingat bahwa kemajuan suatu bangsa tidak pernah lahir dari kekayaan alam semata, tetapi dari kualitas pendidikannya.
Desep Pria Pandri, S.Pd.,M.Pd.,Kons merupakan salah satu Dosen di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Putra Indonesia YPTK Padang, mengungkapkan bahwa Hari Pendidikan Nasional 2026 bukan sekadar seremoni tahunan, bukan hanya upacara, spanduk, atau kata-kata formal belaka. Ia adalah pengingat bahwa pendidikan adalah jalan panjang peradaban. Di ruang kelas yang sederhana, di bawah atap sekolah yang mungkin belum sempurna, di tangan guru yang sabar, sedang dibentuk masa depan bangsa ini.
FKIP UPI YPTK Padang yang ada 3 Program Studi diantaranya Pendidikan Teknik Informatika, Bimbingan Konseling, dan Pendidikan Bahasa Inggris mempersembahkan bahwa Pendidikan bukan hanya tentang angka di rapor, gelar di belakang nama, atau ijazah yang dibingkai rapi. Pendidikan sejatinya adalah proses memanusiakan manusia membentuk karakter, menanamkan adab, membangun akal, dan melatih hati agar mampu membedakan yang benar dan yang salah. Orang yang terdidik bukan hanya yang pandai berbicara, tetapi yang tahu bagaimana bersikap. Bukan hanya yang tinggi ilmunya, tetapi yang luas akhlaknya.
Di era yang serba cepat ini, teknologi berkembang luar biasa, kecerdasan buatan semakin canggih, informasi mengalir tanpa batas. Namun satu hal tetap tidak tergantikan: sentuhan pendidikan yang membentuk karakter manusia. Mesin bisa memberi jawaban, tetapi guru mengajarkan makna. Teknologi bisa menyampaikan informasi, tetapi pendidikan menanamkan kebijaksanaan.
Hari ini kita diingatkan bahwa masa depan Indonesia tidak sedang dibangun di gedung-gedung mewah, tetapi sedang dibangun di ruang-ruang belajar. Tidak hanya oleh para pejabat, tetapi oleh guru-guru yang tetap mengajar meski lelah, oleh orang tua yang terus berjuang membiayai pendidikan anaknya, dan oleh para pelajar yang memilih bertahan belajar walau banyak godaan untuk menyerah.
Untuk para siswa dan mahasiswa:
Jangan pernah meremehkan bangku pendidikan yang sedang kalian tempati. Bisa jadi apa yang hari ini terasa melelahkan tugas yang menumpuk, ujian yang sulit, revisi yang tak habis adalah proses yang sedang membentuk kalian menjadi pribadi tangguh. Tidak semua orang diberi kesempatan belajar sejauh kalian hari ini. Maka bersyukurlah dengan cara bersungguh-sungguh.
Untuk para guru dan pendidik:
Terima kasih karena telah memilih profesi yang mungkin tidak selalu dipuji, tetapi selalu berarti. Jejak seorang guru mungkin tidak tampak hari ini, tetapi akan terlihat puluhan tahun nanti dalam diri murid-muridnya. Seorang guru yang baik tidak hanya mengajar untuk hari ini, tetapi mendidik untuk masa depan.
Untuk bangsa Indonesia:
Jika ingin melihat seperti apa wajah Indonesia 20 tahun mendatang, lihatlah bagaimana kita mendidik generasi mudanya hari ini. Pendidikan bukan pengeluaran ia adalah investasi terbesar sebuah bangsa.
Mari jadikan Hari Pendidikan Nasional 2026 sebagai momentum untuk memperbarui tekad:
bahwa kita tidak hanya ingin anak-anak yang cerdas,
tetapi juga berkarakter.
Tidak hanya berprestasi,
tetapi juga berintegritas.
Tidak hanya sukses secara dunia,
tetapi juga membawa manfaat bagi sesama.
Selamat Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026.
Mari terus belajar, terus mengajar, dan terus bergerak mencerdaskan kehidupan bangsa.
Karena pendidikan bukan sekadar jalan menuju masa depan.
pendidikan adalah masa depan itu sendiri. Ungkap nya.