Padang, Sinyalgonews.com,–Sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat serta mendukung upaya eliminasi penyakit menular, Dinas Kesehatan Kab Padang Pariaman bekerjasama dengan BKOM dan Pelkes Sumatera Barat menggelar Pelatihan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kusta dan Frambusia bagi tenaga kesehatan Puskesmas se-kabupaten Padang Pariaman bertempat di BKOM dan Pelkes Gunung Pangilun Padang. Pelatihan berlangsung selama 5 hari dari 19-24 Mei 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 24 orang peserta yang merupakan pengelola program kusta dan frambusia perwakilan dari masing-masing puskesmas di wilayah Kabupaten Padang Pariaman. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam upaya pencegahan, pengendalian, deteksi dini, penemuan kasus, penatalaksanaan penderita, hingga edukasi kepada masyarakat terkait penyakit kusta dan frambusia.
Kepala Dinas Kesehatan Kab Padang Pariaman Dr, dr, Engga Lift Irwanto, Sp.OG (K) SH, MH.Kes, S.Ak, MM, MM (RS) MAP, MKM, M.Kes dalam sambutannya saat membuka kegiatan mengatakan bahwa penyakit kusta merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, setiap tahun ditemukan sekitar 20.000 penderita kusta.

“Salah satu penyebab masih tingginya jumlah penderita tersebut adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang kedua penyakit ini melalui penyuluhan menjadi hal yang utama dalam upaya menemukan penderita sedini mungkin. Namun demikian, Indonesia masih menghadapi beban ganda karena munculnya beberapa penyakit menular baru, sementara penyakit menular lainnya belum dapat dikendalikan dengan tuntas,” ujar Kadis, Selasa (19/5/2025).
Dijelaskannya, penularan terjadi pada penderita kusta yang tidak diobati ke orang lain dengan kontak lama melalui pernapasan. Namun, tidak semua orang dapat tertular penyakit kusta, hanya sebagian kecil saja (sekitar 5%) yang tertular kusta dari 100 orang yang terpapar (95% orang yang tidak menjadi sakit, tiga orang sembuh sendiri tanpa diobati, dua orang menjadi sakit dan perlu pengobatan).
Sementara Kepala UPTD BKOM dan Pelkes Sumbar drg, Afando Ekardo, MM mengatakan, pelatihan ini diadakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kesehatan yang kompeten dalam melakukan deteksi, tata laksana kasus kusta dan frambusia, hingga melakukan pencatatan dan pelaporan yang sesuai standar dan tepat waktu. “Mari kita bersama-sama bekerja dan selalu berkomitmen mempertahankan Eliminasi Kusta dan mengejar Eradikasi Frambusia untuk seluruh Kabupaten Padang Pariaman” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, kata drg, Edo, para peserta mendapatkan penguatan materi serta pembelajaran teknis terkait strategi penanggulangan penyakit kusta dan frambusia yang efektif dan berkesinambungan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk memperkuat koordinasi, berbagi pengalaman, dan meningkatkan sinergi antar pengelola program di seluruh puskesmas dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat.
(Marlim)