Bukittinggi, Sinyalgonews.com,— Nini Kurmala, guru honorer di SMA Negeri 5 Bukittinggi, adalah sosok wanita tangguh yang tetap mengajar meski menghadapi keterbatasan ekonomi. Gajinya yang sering terlambat tidak membuatnya patah semangat. Sebaliknya, Nini terus menjalankan tugasnya dengan dedikasi tinggi, menjaga wibawa di kelas sambil memastikan setiap murid mendapatkan perhatian penuh
Demi menghidupi empat anaknya, Nini harus berjuang di luar jam mengajar. Setiap hari, ia menjual 200 pastel di sekolah. Dari usaha kecil ini, ia mendapat untung sekitar Rp 40.000 per hari. Meski terlihat sederhana, perjuangan Nini adalah cerminan nyata ketekunan dan pengorbanan seorang guru honorer. Ia menyeimbangkan tanggung jawab sebagai pendidik dan ibu sekaligus pengusaha kecil demi keluarga.
Di balik senyumnya yang menenangkan di kelas, tersimpan kerja keras yang jarang terlihat. Meja belajar dan papan tulis mungkin menjadi saksi profesionalismenya, tetapi kotak pastel yang ia bawa setiap pagi menjadi simbol perjuangan hidupnya. Nini tidak hanya mengajar, tetapi juga mengajarkan keteguhan hati dan nilai kerja keras pada murid-muridnya, meskipun mereka mungkin tidak menyadari perjuangan sunyi yang ia lalui.
Kisah Nini Kurmala adalah pengingat bahwa guru honorer di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan hidup. Dedikasi mereka seringkali tidak sebanding dengan penghasilan, namun semangat dan tanggung jawab tetap dijalankan tanpa keluhan. Keuletan Nini dalam menyeimbangkan peran sebagai guru dan ibu yang harus memenuhi kebutuhan keluarganya adalah contoh nyata pengorbanan yang patut diapresiasi.
Dengan tekad yang kuat dan kasih sayang yang tulus, Nini Kurmala terus berjuang setiap hari. Ia menunjukkan bahwa meski hidup penuh tantangan, integritas dan dedikasi seorang guru tidak pernah pudar. SMA Negeri 5 Bukittinggi memiliki sosok pendidik yang luar biasa, yang mengajarkan lebih dari pelajaran akademik, tetapi juga nilai kehidupan yang sesungguhnya.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com