PASAMAN BARAT, Sinyalgonews.com,–Di tengah kesibukannya sebagai aparatur sipil negara (PNS), Makmur, warga Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang, berhasil mengembangkan usaha peternakan ayam kampung dan sapi kurban yang kini semakin berkembang pesat.
Usaha yang telah digeluti selama kurang lebih 10 tahun itu awalnya hanya sebagai kegiatan sampingan. Namun seiring meningkatnya permintaan pasar, terutama menjelang hari besar keagamaan, usaha tersebut kini menjadi salah satu sumber penghasilan yang menjanjikan.
“Awalnya hanya coba-coba untuk tambahan. Tapi sekarang sudah jadi usaha serius karena permintaan terus meningkat,” ujar Makmur.
Di kandangnya, Makmur memelihara ribuan ekor ayam kampung, mulai dari anakan hingga siap konsumsi. Permintaan tertinggi biasanya terjadi menjelang Ramadan, Idulfitri hingga Iduladha. Harga ayam kampung berkisar antara Rp60 ribu hingga Rp80 ribu per ekor, tergantung ukuran.
Selain ayam kampung, Makmur juga mengembangkan peternakan sapi. Ia bahkan menjadi salah satu penyedia sapi kurban di wilayah Pasaman Barat, khususnya saat Iduladha.
Menurutnya, usaha ternak ayam kampung relatif lebih mudah dijalankan dibanding ayam potong. Selain lebih tahan terhadap penyakit, biaya perawatan juga lebih ringan karena dapat memanfaatkan pakan alami di sekitar.
“Perawatannya tidak terlalu sulit. Ayam kampung lebih kuat, jadi cocok juga untuk usaha sampingan,” tambahnya.
Keberhasilan Makmur ini turut menginspirasi masyarakat sekitar. Sejumlah warga mulai tertarik mengembangkan usaha serupa sebagai alternatif meningkatkan ekonomi keluarga.
Geliat bisnis ternak ayam kampung dan sapi di Pasaman Barat pun dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, sekaligus memperkuat sektor peternakan rakyat di daerah tersebut.
Editor: TEUKU HUSAINI