Padang, Sinyalgonews.com,– – UPTD Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat dan Pelatihan Kesehatan (BKOM-Pelkes) Provinsi Sumatera Barat menggelar Webinar Nasional Series Bidadari Surga Part-1 dengan tema “Update Evidence-Based Practice Deteksi Dini dan Tata Laksana Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim”
Webinar dibuka oleh Sekretaris Daerah Prov Sumatera Barat Arry Yuswandi,SKM.,M.KM, Turut hadir Kadis Kesehatan Prov Sumatera Barat dr,vAklima, M.PH, Kepala BKOM da Pelkes drg. Afando Ekardo,MM Kepala BKOM dan Pelkes Prov. Sumbar melalui Via Zoom Online diruangan Bulek Kato, Selasa, 31 Maret 2026.

Pelatihan dilaksanakan selama satu hari dengan peserta Perawat Vokasi, Ners Spesialis Keperawatan Kardiovaskuler, Ners Spesialis Keperawatan Maternitas, Bidan Profesi, Ners Spesialis Keperawatan Gawat Darurat Kritis, Dokter serta tenaga kesehatan lainnya
Dalam sambutannya, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi mengatakan, Kanker payudara merupakan kanker dengan insiden tertinggi di dunia. “Berdasarkan data dari Kemenkes RI,kanker payudara yaitu sebesar 42,1% per 100.000 penduduk dengan angka kematian 17% per 100.000 penduduk. “Dengan adanya Webinar ini kita berharap pengetahuan tenaga kesehatan kita tentang deteksi dini kanker akan menjadi lebih baik, sehingga jumlah penderita kanker payudara dapat di minimalisir ” ujar Arry Yuswandi.

Arry Yuswandi mengatakan, kanker payudara menempati urutan pertama untuk kanker dengan insiden dan mortalitas tertinggi di Indonesia untuk perempuan semua usia.
“Salah satu masalah selain tingginya insiden kanker payudara tersebut adalah terdapat kecenderungan ditemukannya kanker payudara pada stadium lanjut” ucapnya.
Arry memberikan apresiasi atas inovasi “Bidadari Surga” yang sudah digagas oleh BKOM dan Pelkes dibawah kepemimpinan drg, Affando Ekardo dan jajaran. “Kita berharap setelah ini akan lahir lagi inovasi-inovasi yang akan mengharumkan nama Sumbar di tingkat nasional seperti inovasi “Masuk Surga” yang berhasil meraih juara pada Inovasi Government Award (IGA) 2023 yang digagas oleh drg, Affando Ekardo” ungkap Arry.
Sebelumnya, Kepala BKOM dan Pelkes Sumbar, drg, Affando Ekardo dalam laporannya mengatakan, tujuan diselenggarakannya Webinar ini adalah dalam rangka untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme 500 dokter, ners, bidan dan perawat FKTP dalam melaksanakan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara sesuai standar kurikulum nasional dan pedoman teknis yang berlaku.
“Kanker payudara merupakan kanker dengan insiden tertinggi di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Observatory 2020, prevalensi kanker payudara di dunia mencapai 2.261.419 kasus” ujar drg, Affando Ekardo.
Salah satu masalah selain tingginya insiden kanker payudara tersebut adalah terdapat kecenderungan ditemukannya kanker payudara pada stadium lanjut. Pola ini umumnya ditemukan di negara yang berpenghasilan rendah dan menengah, seperti di Indonesia.
Sementara Kanker leher rahim merupakan jenis kanker keempat tertinggi pada perempuan yang dialami oleh lebih dari 598.000 perempuan (6,5%) dari seluruh kasus kanker baru di seluruh dunia dan sekitar 338.800 perempuan (7,7%) meninggal karena penyakit tersebut (Globocan, WHO, 2020).
Keberhasilan upaya deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara kata drg, Edo salah satunya ditentukan oleh sumber daya manusia yang profesional. Hal ini diperoleh salah satunya melalui pelatihan yang terakreditasi dan berkualitas baik. Untuk itu, diperlukan pelatihan bagi petugas secara berkala. “Kita berharap setelah mengikuti pelatihan, peserta mampu melakukan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara di puskesmas sesuai dengan kewenangan klinisnya” tuturnya.
drg, Affando Ekardo menegaskan, setelah mengikuti pelatihan ini peserta diharapkan mampu:
• Meningkatkan pemahaman epidemiologi dan strategi nasional pengendalian kanker.
• Meningkatkan keterampilan klinis pemeriksaan SADANIS dan Tes IVA.
• Meningkatkan kemampuan interpretasi hasil dan tindak lanjut lesi pra kanker.
• Menguatkan Mendorong penyusunan rencana tindak lanjut implementasi di FKTP masing masing.
(Marlim)