Padang, Sinualgonews.com – Menyusul viralnya video berjudul “Gurun Laweh Menyala” yang memperlihatkan aksi tak senonoh seorang wanita bergoyang setengah telanjang dalam sebuah pesta malam, Camat Nanggalo, Amrizal Rengganis, akhirnya angkat bicara. Dalam klarifikasinya kepada awak media, ia menegaskan bahwa video memalukan tersebut tidak berasal dari wilayah Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo.

Amrizal menyampaikan bahwa setelah mendapatkan laporan viralnya video tersebut, pihaknya langsung menugaskan Lurah Gurun Laweh bersama unsur Trantib dan Bhabinkamtibmas untuk melakukan penelusuran mendalam ke lapangan. Hasil dari investigasi ini menyatakan bahwa video tersebut bukan direkam di wilayah Gurun Laweh, Nanggalo.

“Setelah kami telusuri dan mendapatkan laporan dari Lurah Gurun Laweh, diketahui bahwa pasca Lebaran ini hanya ada satu pesta pernikahan yang digelar di wilayah tersebut, dan lokasi serta suasananya tidak sesuai dengan yang terlihat dalam video viral itu,” ungkap Amrizal.
Lebih lanjut, Lurah Gurun Laweh juga menyebut bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari warga, lokasi sebenarnya dari video tersebut kemungkinan besar berada di kawasan Gurun Laweh Aur Duri, yang merupakan wilayah berbeda dengan Gurun Laweh di Kecamatan Nanggalo.

Keterangan ini diperkuat oleh Bhabinkamtibmas Polsek Nanggalo, Aipda Windrizal, yang turut serta dalam penelusuran bersama Lurah dan Kasi Trantib Kelurahan Gurun Laweh. “Berdasarkan pengecekan langsung ke lapangan dan hasil koordinasi, kami pastikan bahwa lokasi dalam video viral itu bukan berada di wilayah hukum kami, yakni Gurun Laweh Kecamatan Nanggalo,” tegasnya.
Sebagai bukti resmi, Lurah Gurun Laweh mengeluarkan Berita Acara bernomor: 20/GL-Adm/IV/2025, yang menyatakan bahwa hasil verifikasi lapangan memastikan video viral tersebut tidak berkaitan dengan wilayah administratif Gurun Laweh Nanggalo.
Reaksi keras datang dari warga lokal maupun perantau. Video tersebut dianggap sangat meresahkan, memalukan, dan mencoreng nilai-nilai adat serta norma agama yang dijunjung tinggi di Minangkabau. Suasana pesta yang semestinya menjadi momen sakral berubah menjadi tontonan liar, dengan lampu kelap-kelip, musik keras, dan aksi artis setengah telanjang yang berjoget bebas di hadapan tamu.
Trinasional, seorang perantau asal Gurun Laweh Nanggalo, turut mengungkapkan kegelisahannya di Grup WhatsApp Forum Anak Nagari Nanggalo.
“Saya di rantau merasa sangat malu ketika teman-teman bertanya apakah video itu berasal dari kampung saya. Tapi Alhamdulillah, klarifikasi dari Pak Camat dan para pemangku kepentingan di Nanggalo membuat saya lega. Terima kasih kepada semua yang telah meluruskan informasi ini,” tulisnya.
Klarifikasi ini diharapkan bisa meredam keresahan publik, khususnya masyarakat Gurun Laweh Nanggalo, yang sempat disudutkan akibat misinformasi yang tersebar luas. Pihak kecamatan pun mengimbau masyarakat agar bijak dalam menyebarkan informasi di media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh konten viral yang belum jelas asal-usulnya.
( Mat )