Editor : TEUKU HUSAINI
Sijunjung, Sinyalgonews.com,–Di tengah hamparan alam hijau Kabupaten Sijunjung, berdiri sebuah kawasan yang bukan hanya mempesona dari sisi keindahan alam, tetapi juga menyimpan jejak sejarah bumi berumur ratusan juta tahun. Kawasan itu adalah Geopark Silokek, salah satu geopark nasional yang kini menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat sekaligus aset geologi Indonesia yang sangat bernilai.
Geopark Silokek berada di wilayah Kecamatan Sumpur Kudus dan Kecamatan Sijunjung dengan luas mencapai sekitar 130 ribu hektare. Kawasan ini dikenal memiliki warisan geologi berupa batuan sedimen, tebing karst, gua alami, hingga aliran sungai yang terbentuk sejak era purba bumi. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa sebagian batuan di kawasan ini berasal dari Era Paleozoikum, terutama periode Carboniferous dan Permian yang diperkirakan berumur antara 299 hingga 359 juta tahun.
Keindahan Geopark Silokek tidak hanya terletak pada umur geologinya yang luar biasa tua, tetapi juga pada bentang alamnya yang sangat eksotis. Tebing-tebing karst menjulang tinggi di sepanjang aliran Batang Kuantan menciptakan panorama alam yang memukau. Sungai yang membelah kawasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang menyukai petualangan alam dan wisata arung jeram.
Selain itu, kawasan ini juga memiliki banyak gua alami atau ngalau yang terkenal di kalangan wisatawan dan peneliti geologi. Di antaranya adalah Ngalau Basurek, Ngalau Cigak, dan Ngalau Talago yang menyimpan keunikan batuan kapur serta ornamen stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama ribuan hingga jutaan tahun.
Status Geopark Nasional yang disandang Silokek sejak 8 Februari 2018 menjadi bukti bahwa kawasan ini memiliki nilai penting dari sisi konservasi, edukasi, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Konsep geopark sendiri bukan sekadar kawasan wisata, tetapi wilayah yang mengintegrasikan pelestarian warisan geologi dengan budaya dan kehidupan masyarakat lokal.
Masyarakat sekitar Silokek dikenal masih menjaga tradisi Minangkabau yang kuat. Hal ini membuat wisatawan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga merasakan kekayaan budaya lokal yang masih lestari. Kehidupan masyarakat yang ramah serta nuansa pedesaan yang asri menjadi bagian penting dari daya tarik Geopark Silokek.
Di sisi lain, kawasan ini juga menyimpan kekayaan hayati yang luar biasa. Berdasarkan berbagai sumber dan dokumentasi wisata, Geopark Silokek memiliki beragam flora dan fauna khas Sumatera. Beberapa di antaranya bahkan termasuk satwa langka seperti harimau Sumatera, tapir, siamang, hingga burung enggang. Kawasan hutan tropis di sekitar geopark menjadi habitat alami yang penting bagi kelangsungan kehidupan satwa tersebut.
Potensi besar Geopark Silokek sebenarnya dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan. Wisata geologi atau geowisata kini menjadi salah satu sektor yang berkembang di dunia. Banyak wisatawan tertarik mengunjungi lokasi-lokasi yang memiliki sejarah pembentukan bumi dan keunikan batuan purba.
Karena itu, keberadaan Geopark Silokek harus dijaga dari ancaman kerusakan lingkungan, eksploitasi berlebihan, maupun aktivitas yang dapat merusak warisan geologi tersebut. Pelestarian kawasan ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat agar generasi mendatang masih dapat menyaksikan kekayaan bumi yang sangat langka ini.
Sumatera Barat patut berbangga memiliki kawasan geopark dengan nilai sejarah bumi yang luar biasa besar. Geopark Silokek bukan sekadar destinasi wisata biasa, tetapi laboratorium alam terbuka yang menyimpan kisah panjang perjalanan bumi sejak ratusan juta tahun silam.
Dengan pengelolaan yang baik, promosi yang kuat, dan kesadaran bersama untuk menjaga kelestariannya, Geopark Silokek berpotensi menjadi destinasi wisata kelas dunia sekaligus simbol kebanggaan Ranah Minang di mata nasional maupun internasional.