Musi Rawas, Sumatera Selatan, Sinyalgonews.com — Di tengah gelapnya malam dan dinginnya angin di pinggir jalan wilayah Musi Rawas, Sumatera Selatan, seorang bocah kecil tampak kebingungan. Wajahnya letih, pakaiannya lusuh, dan tatapannya kosong menatap lalu lintas yang melintas cepat di hadapannya. Bocah itu adalah Aditiya, anak asal Payakumbuh, Sumatera Barat, yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik setelah kisahnya viral di media sosial karena tersesat dan terlantar jauh dari rumah.

Peristiwa yang menimpa Aditiya terjadi setelah dirinya berangkat dari Jakarta dengan niat tulus ingin pulang ke kampung halamannya di Payakumbuh. Namun, perjalanan itu tak berjalan mulus. Saat dalam perjalanan, diduga karena ongkos yang tidak mencukupi, sopir bus yang ia tumpangi menurunkannya di kawasan Lahat, Sumatera Selatan.
Tanpa arah dan tanpa mengenal siapa pun, bocah malang ini berjalan kaki seharian penuh menyusuri jalan raya, menempuh jarak puluhan kilometer hingga akhirnya terdampar di wilayah Musi Rawas. Di sanalah kisah harunya dimulai.
Di Musi Rawas, nasib baik mulai berpihak pada Aditiya. Seorang warga yang kebetulan melintas melihat bocah kecil itu duduk sendirian di pinggir jalan. Merasa iba, warga tersebut menghampiri dan menanyakan asal-usulnya. Dari perbincangan singkat, terungkaplah bahwa bocah itu berasal dari Payakumbuh dan sedang berusaha pulang sendiri.
Khawatir dengan keadaannya, warga tersebut segera mengunggah kisah Aditiya ke media sosial, lengkap dengan foto dan sedikit keterangan. Tak disangka, unggahan itu langsung menyebar luas di berbagai platform, terutama di grup Facebook “Informasi Payakumbuh dan Lima Puluh Kota”.
Dalam waktu singkat, netizen dari berbagai daerah ikut membagikan kisah itu, berharap ada pihak yang mengenali atau dapat menolongnya. Media sosial pun menjadi jembatan penting yang mempertemukan informasi antara warga Musi Rawas, pihak Dinas Sosial, dan keluarga Aditiya di Payakumbuh.
Mengetahui informasi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas segera turun tangan. Petugas bergerak cepat menjemput Aditiya dan membawanya ke tempat yang lebih aman. Di sana, ia mendapat makanan, pakaian bersih, serta pendampingan agar kondisinya pulih dari kelelahan dan kebingungan.
Setelah dilakukan pendataan dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk Dinas Sosial Sumatera Barat, diputuskan untuk memulangkan Aditiya ke kampung halamannya menggunakan mobil travel jurusan Payakumbuh.
Pada Selasa malam (21/10/2025), bocah kecil itu akhirnya resmi diberangkatkan pulang dengan pengawalan pihak berwenang. Di wajahnya terlihat senyum lega, seolah beban berat telah terangkat dari pundaknya.
“Kami bersyukur anak ini bisa segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan sehat. Terima kasih kepada masyarakat yang peduli dan kepada netizen yang cepat menyebarkan informasi ini,” ujar salah satu petugas Dinas Sosial Musi Rawas.
Kekuatan Media Sosial dan Kepedulian Sosial
Kisah Aditiya menjadi contoh nyata bagaimana media sosial dapat menjadi alat penyelamat ketika digunakan untuk hal positif. Dalam hitungan jam, kabar bocah yang tersesat itu sampai ke berbagai penjuru, menarik perhatian ribuan pengguna internet yang ikut peduli dan membantu.
Tak hanya itu, kisah ini juga menyoroti pentingnya empati dan gotong royong di tengah masyarakat modern. Di era di mana banyak berita negatif beredar, kisah Aditiya menjadi oase harapan bahwa kebaikan masih hidup di hati banyak orang.
Kini, Aditiya sudah kembali ke pangkuan keluarganya di Payakumbuh. Ia mungkin belum memahami betapa besar perhatian yang diberikan orang-orang tak dikenalnya di media sosial. Namun satu hal pasti, perjalanan panjangnya dari Jakarta hingga Musi Rawas telah menjadi pelajaran berharga — tentang perjuangan, kepedulian, dan keajaiban di tengah kesulitan.
( Red )
Sumber:
Grup Facebook Informasi Payakumbuh dan Lima Puluh Kota