Sinyalgonews.com,–Program Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) yg yang digagas pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat mulai menuai sorotan. Di sejumlah daerah, koperasi yang baru diresmikan justru terlihat sepi pengunjung dan belum berjalan maksimal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai kesiapan pengelolaan, modal usaha, hingga efektivitas program di lapangan.
Beberapa laporan media menunjukkan adanya Kopdes yang rak sembakonya kosong, layanan klinik belum beroperasi, hingga minim aktivitas jual beli. Bahkan ada koperasi yang hanya dijaga beberapa pengelola tanpa aktivitas masyarakat yang berarti.
Fenomena tersebut mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Menteri Koperasi disebut telah menerima berbagai kritik dan masukan publik terkait kondisi Kopdes di sejumlah wilayah. Pemerintah berjanji melakukan evaluasi menyeluruh agar koperasi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi desa.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai gagasan koperasi desa tetap memiliki potensi besar apabila dikelola secara serius. Ketersediaan modal, pengurus yang profesional, sosialisasi kepada masyarakat, hingga dukungan pemerintah daerah dinilai menjadi faktor penting agar koperasi tidak hanya sekadar bangunan peresmian semata.
Pengamat ekonomi kerakyatan menilai koperasi seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi warga desa, mulai dari kebutuhan pokok, pupuk, usaha tani, hingga layanan kesehatan masyarakat. Namun tanpa persiapan matang dan dukungan operasional yang kuat, koperasi dikhawatirkan sulit menarik minat warga.
Di media sosial, banyak masyarakat berharap program Kopdes tidak berhenti pada seremoni peresmian saja. Warga meminta pemerintah melakukan pengawasan ketat agar koperasi benar-benar memberi manfaat nyata bagi rakyat kecil dan pelaku usaha desa.
Editor: TEUKU HUSAINI Sinyalgonews.com