BUKITTINGGI, Sinyalgonews.com,–Selama sepekan terakhir, Pemko Bukittinggi Dan SK4 (Satuan Kerja Ketenteraman dan Ketertiban Umum) yang terdiri dari unsur Satpol PP, TNI, Polri, bersama jajaran pemerintah kota turun langsung menata kawasan Pasar Atas dengan pendekatan persuasif dan penuh kehati-hatian sosial,,
Menyentuh jiwa Tanpa ada Emosional Dan Adu Jotos..
Wajah penertiban di kawasan Pasar Atas pun kali ini terasa tak biasa. Tidak ada suara keras. Tidak terdengar teriakan aparat. Bahkan, tak tampak drama kejar-kejaran pedagang seperti yang lazim membayangi operasi penataan pasar di banyak kota2 lain nya.
Yang muncul justru pemandangan yang nyaris langka, yaitu aparat duduk berbincang dengan pedagang diajak berdialog, dan penertiban dilakukan dengan bahasa yang manusiawi.

Di lapangan, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama Staf Ahli, Efriadi, Kepala Dinas UKM dan Perdagangan Heriman tampak memimpin langsung proses penataan. Fokusnya bukan sekadar “membersihkan” trotoar dan badan jalan, tetapi menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan denyut ekonomi rakyat kecil.
“Langkah persuasif ini bertujuan untuk menjaga estetika kota dan kelancaran fasilitas umum tanpa mengabaikan pendekatan persuasif,” ujar Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias di sela2 kegiatan, Selasa (26/5/2026).
Kalimat itu terdengar sederhana. Namun di tengah citra penertiban yang selama ini identik dengan ketegangan,, Tangisan,,Teriakan,, Bahkan Baku Pukul,, pendekatan tersebut menjadi semacam pesan bahwa pemerintah mencoba mengubah cara berhadapan dengan pedagang kecil, yakni bukan sebagai masalah, melainkan bagian dari wajah kota itu sendiri.
Ramlan menegaskan, arahan cukup jelas. Penataan harus tetap tegas, tetapi tidak boleh kehilangan rasa kemanusiaan Karena semua ini Warga Saya,, Anak kemenakan Saya..
Wajah kota, katanya, memang harus dijaga. Namun nasib pedagang kecil juga tidak boleh dikorbankan atas nama ketertiban semata.
Karena itu, komunikasi santun dan pendekatan kekeluargaan dijadikan “senjata utama” dalam setiap penertiban dibawah Naungan Kasat Pol PP Sanji Bersama Anggota,,
Di sepanjang kawasan pasar, petugas tampak lebih banyak berdialog ketimbang memerintah. Pedagang diberikan penjelasan terkait penempatan lokasi resmi yang telah disediakan pemerintah kota. Sebagian yang awalnya bertahan, perlahan mulai memahami arah kebijakan tersebut setelah diajak berbicara secara baik-baik.,
Tampa basa basi pun pedagang2 ini tertarik untuk pindah…,
Kepala Dinas UKM dan Perdagangan, Heriman menegaskan, penataan dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum agar fungsi trotoar, badan jalan, dan fasilitas publik tidak lumpuh oleh aktivitas perdagangan liar.,
“Khusus di kawasan pasar, kita ingin aktivitas perdagangan tetap berjalan, tetapi fasilitas umum juga harus berfungsi dengan baik,” ujarnya.
Namun di balik penertiban itu, tersimpan agenda yang lebih besar, yakni membentuk identitas Pasar Atas sebagai wajah destinasi wisata Bukittinggi.
Karena itu, pemerintah memprioritaskan pedagang aksesoris, souvenir, dan baju khas Jam Gadang,, hingga pedagang kuliner,, untuk masuk ke dalam gedung Pasar Atas. Produk-produk tersebut dianggap paling merepresentasikan identitas wisata kota.
Sementara pedagang topi, kacamata, dan asesoris lainnya juga akan diupayakan mendapat tempat,, khususnya mereka yang memang sudah lama berjualan di sekitar kawasan Jam Gadang.
“Yang diutamakan adalah pedagang yang memang existing berjualan di kawasan itu,” terang Heriman.,
Namun bagian paling menarik justru terjadi bukan saat penertiban berlangsung, melainkan ketika ruang dialog dibuka,.
Para pedagang pun heran, Kabid Pol PP Yg Biasa Di Kenal Pendi,,.
Yg biasa di kenal Garang,,
Sekarang Sudah Membiasakan Diri Dengan Cara Yang Jauh lebih baik..,, Enak Di pandang sejuk Dihati,,
Beliau cukup bersilahturahmi dengan baik,, Dan pedagang yang bandel,, lansung Pindah dengan Sendiriny. “Kami suka dengan cara ini” kata pedagang.
Kami tau mereka tugas Dan kami juga tau salah kami kata si pedagang..,,
Di tengah proses penataan, pemerintah memberi kesempatan bagi pedagang yang belum memperoleh tempat di gedung Pasar Atas untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Suasana diskusi berlangsung cair, jauh dari kesan konfrontatif.
Apalagi Bukittinggi akan menggelar Events 100 abad jam gadang,, dimana Palestina dan 38 Negara akan hadir untuk memeriahkan acara yang akan di gelar di Bukittinggi khusus nya di jam gadang,,..
Semua tamu akan di manjakan oleh UMKM khas kuliner daerah,,.. seperti Pisang Kapik,, Ampiang Dadiah,, kerupuk Sanjai DLL secara GRATIS…
Even ini Akan direncanakan Pada Tanggal 3 – 21 Juni Mendatang..,
Menghadapi event tersebut, pihak dinas langsung membuka komunikasi lanjutan dan mempersilakan pedagang datang ke kantor dinas untuk mencari solusi bersama apalagi event besar ini akan mendongkrak ekonomi masyarakat di bidang UMKM khusus nya.,
Sementara itu, sejumlah pedagang aksesoris yang sebelumnya berjualan di depan gedung Pasar Atas mulai menempati lantai 1 dasar gedung pasar sejak Kamis (21/5) lalu.
Langkah ini menjadi sinyal bahwa penataan pasar di Bukittinggi sedang diarahkan bukan hanya untuk menciptakan kota yang rapi, tetapi juga menghadirkan ruang usaha yang lebih layak, tertata, dan manusiawi.
Sebab pada akhirnya, kota yang tertib bukanlah kota yang membungkam pedagang kecil, melainkan kota yang mampu menata tanpa melukai hati siapapun, ujar H. Ramlan Nurmatias SH…,,