Padang, Sinyalgonews.com,–Persatuan perantau Minang di luar negeri yang tergabung dalam Mandeh Minang Mancanegara (TIGO-M) menyalurkan bantuan untuk korban banjir di daerah Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, Jumat (12/12/2025)
Ketua Mandeh Minang Mancanegara, Bunda Nurbaini McKosky mengatakan, bantuan yang diserahkan berupa:
* Sembako (beras solok, minyak makan, sarden kaleng, kopi dan gula pasir)
* Serta genset
* center dipasang di kepala.
Seperti diketahui, Mandeh Minang Mancanegara (TIGO-M) adalah organisasi sosial Mandeh2 Mimangkabau yang terpencar-pencar di Mancanegara seperti di Amerika, Eropah, Saudi Arabiah, Australia dan Afrika, serta di Rantau dekat dan Ranah Minang.
Semoga bantuan itu dapat mengobat hati para korban.
“Mandeh Minang Mancanegara adalah Mandeh-mandeh lintas zaman dan lintas tekhnology, yang berkomunikasi secara virtual. Dengan visi: melestarikan keminangan kita dan berbakti pada Ranah Minang” ucap Bunda Nurbaini kepada Sinyalgonews.com, Senin (15/12/2025).
Dalam perjalanan menuju lokasi bencana sempat terjadi insiden, dimana mobil yang dikendarai bunda Nurbaini mengalami pecah ban, akan tetapi hal tidak menyurutkan semangat bunda Nurbaini dan suami untuk sampai ke lokasi bencana. “Musibah yang kami alami belum seberapa dibandingkan musibah yang dialami oleh saudara-saudara kita di Bayang Utara ini” ucap Bunda.

Bantuan diberikan secara langsung kepada warga terdampak banjir di Nagari Pancuang Taba, Ngalau Gadang, Koto Ranah, Tanah Kareh ( Kampuang Jerong dan Kampuang tarandam) yang dipusatkan di Pancuang Taba. “Sementara masyarakat Ngalau Gadang tidak bis kami kunjungi karena jalan tidak memungkinkan, mereka datang ke Pancuang Taba” ucap Bunda.
Diketahui, anggota Mandeh Minang Mancanegara tersebar di seluruh dunia, kendati demikian, mereka tetap menunjukkan kepedulian ke kampung halaman yang terdampak bencana dengan cara menghimpun donasi kepada anggotanya yang terpencar di seluruh dunia. Menurut Bunda Nurbaini itu adalah tanda eratnya ikatan emosional antara perantau dengan kampung halaman.
“Ini bukti bahwa persaudaraan tidak dibatasi oleh jarak, tidak pula oleh kondis. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah” tutur Bunda.
(Marlim)