Lima Puluh Kota , Sinyalgonews.com,— Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota terus menguatkan gerakan bersama melawan stunting. Melalui Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting yang digelar Selasa (27/8), Pemkab mengajak seluruh elemen masyarakat ikut menjadi orang tua asuh bagi anak-anak yang berisiko stunting.
Sekretaris Daerah Lima Puluh Kota, Herman Azmar, menegaskan bahwa upaya menekan stunting bukan sekadar seremonial. “Kegiatan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk menyelamatkan masa depan generasi. Tidak semua keluarga mampu memenuhi gizi anaknya, tidak semua rumah tangga paham pentingnya imunisasi dan pola asuh. Karena itu, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” ujarnya.
Menurut Sekda, peran masyarakat sangat vital. Ia mengajak ASN, pengusaha, perantau, tokoh agama, pemuda, hingga nagari untuk bergerak bersama. Beberapa nagari bahkan telah melahirkan inovasi lokal seperti Gerbuting (Gerakan Seribu Atasi Stunting) dan Celting (Celengan Cegah Stunting).
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Sumatera Barat, Mardalena Wati Yulia, menekankan pentingnya gotong royong lintas sektor. “Program Genting adalah salah satu Quick Win Kemendukbangga/BKKBN. Ini menghubungkan Orang Tua Asuh (OTA) dengan Keluarga Berisiko Stunting (KRS). Bantuan bisa berupa makanan bergizi, edukasi pola asuh, hingga akses air bersih,” jelasnya.
Dalam kegiatan itu, sembilan anak penerima manfaat Program Genting mendapat bantuan nutrisi dari Sekda, Baznas, dan PDAM yang bertindak sebagai orang tua asuh. Wajah ceria anak-anak saat menerima paket bantuan menjadi gambaran nyata semangat gotong royong yang terus tumbuh di Lima Puluh Kota.
Selain bantuan, penghargaan juga diberikan kepada Kampung KB Terbaik I serta TPK Terbaik II tingkat Sumatera Barat, sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka mendukung percepatan penurunan stunting.
( Red )