Oleh TEUKU HUSAINI Sinyalgonews.com
Bukittinggi – Pemerintah Kota (Pemkot) Bukittinggi terus mengoptimalkan pelestarian kota berbasis warisan budaya, sebagai bagian dari visi misi pembangunan yang berakar pada kekayaan sejarah kemerdekaan bangsa.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, menekankan bahwa pembangunan kota modern tidak hanya soal fisik dan ekonomi, tetapi juga sebagai ruang sosial budaya yang memuat identitas, nilai, dan memori kolektif masyarakat.
“Kota Bukittinggi dengan sejarah berlapisnya memerlukan pengelolaan berbasis pelestarian warisan budaya yang mengintegrasikan aspek fisik, sosial, dan ekonomi,” ujar Ibnu Asis.
Sebagai langkah konkret, Pemkot Bukittinggi mengadakan focus group discussion (FGD) bersama akademisi dan mahasiswa untuk merumuskan rekomendasi strategis yang relevan.
Pemerintah Kota berkomitmen membangun kota yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kolaborasi multipihak, termasuk peran aktif generasi muda dan akademisi.
Bagas Dwi Putra dari Institut Teknologi Bandung menambahkan, pemilihan Bukittinggi sangat relevan karena kota ini memiliki sejarah panjang sejak masa perjuangan kemerdekaan, termasuk sebagai bagian dari Jaringan Kota Pusaka Indonesia.
Modernisasi kota, menurutnya, harus diimbangi pelestarian yang melindungi bangunan, kawasan, dan tradisi secara berkelanjutan melalui kolaborasi berbagai pihak.
Saat ini, Pemkot Bukittinggi juga tengah memproses usulan status daerah istimewa secara nasional bertepatan dengan peringatan satu abad Jam Gadang pada Juni 2026 nanti.