Padang , Sinyalgonews.com— Cahaya Ramadhan kembali menyinari Masjid Syuhada’ Sawah Liat, Kelurahan Kampung Olo, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang. Senin pagi (23/2/2026), suasana masjid tampak berbeda dari biasanya. Puluhan anak-anak berseragam muslim duduk rapi bersama orang tua mereka, menyambut pembukaan resmi Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M yang akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh pengurus Masjid Syuhada’ Sawah Liat, disaksikan oleh orang tua santri, panitia pelaksana, majelis guru, pemuda-pemudi masjid, serta jamaah setempat. Turut hadir memberikan dukungan moral dan semangat, Ketua RT 02 RW 03 Kelurahan Kampung Olo, Dr. Novri Hardian, S.Sos.I, yang juga merupakan dosen UIN Imam Bonjol Padang.
Suasana pembukaan berlangsung khidmat, penuh haru dan harapan. Lantunan ayat suci Al-Qur’an mengawali acara, menjadi penanda bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan ibadah ritual, tetapi momentum pembentukan karakter dan keimanan generasi muda.
Dalam sambutannya, Pengurus Masjid Syuhada’ Sawah Liat, Mat Afriandi Rajo Sati, S.Pd.I, menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam kepada seluruh panitia dan majelis guru yang telah mempersiapkan kegiatan ini dengan penuh dedikasi.
“Kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada panitia dan majelis guru yang telah bersusah payah, mengorbankan waktu, tenaga, dan pikiran sehingga Pesantren Ramadhan Masjid Syuhada’ tahun 2026 ini dapat kita mulai hari ini. Semoga Allah SWT membalas keikhlasan dan kerja keras ini dengan pahala berlipat ganda,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan terselenggaranya pesantren Ramadhan bukan semata kerja individu, melainkan hasil gotong royong dan semangat kebersamaan jamaah.
Mat Afriandi juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Padang yang selama lebih dari dua dekade konsisten melaksanakan program Pesantren Ramadhan di seluruh masjid dan mushalla.
“Tidak terasa Pesantren Ramadhan sudah 22 tahun istiqamah dilaksanakan di Kota Padang. Ini bukti komitmen kuat pemerintah dalam menjaga nilai religius generasi muda,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pada periode kepemimpinan Wali Kota Fadli Amran – Maigus Nasir, kegiatan Pesantren Ramadhan kini masuk dalam Program Unggulan (Progul) Smart Surau, yang menjadi program emas Pemko Padang dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat pendidikan dan pembinaan umat.
“Kita bersyukur kepada Allah SWT telah diberikan pemimpin yang mengutamakan nilai religius di Kota Padang ini. Dengan adanya program Smart Surau, kita berharap generasi muda kita tetap terjaga akidah, akhlak, dan semangat keislamannya,” tegasnya.
Ketua RT 02 RW 03 Kampung Olo, Dr. Novri Hardian, dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan pesantren Ramadhan di Masjid Syuhada’.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus dan panitia yang tetap konsisten melaksanakan kegiatan ini. Kepada anak-anak kami, manfaatkan momen Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti pesantren dengan serius, karena ilmu agama adalah bekal hidup dunia dan akhirat,” pesannya.
Menurutnya, di tengah tantangan era digital dan derasnya arus informasi, kegiatan seperti pesantren Ramadhan menjadi benteng moral yang sangat penting bagi anak-anak dan remaja.
Rasa syukur juga disampaikan oleh perwakilan orang tua murid, Yuliana Dewi, yang mengaku sangat terbantu dengan adanya pesantren Ramadhan di lingkungan masjid setempat.
“Kami sangat berterima kasih kepada pengurus dan panitia. Anak-anak kami tidak perlu jauh-jauh mengikuti pesantren. Kami berharap selama tiga minggu ini mereka benar-benar mendapatkan ilmu agama, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, memahami ibadah dengan benar, dan bisa mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.
Baginya, pesantren Ramadhan bukan sekadar kegiatan tahunan, melainkan investasi spiritual untuk masa depan anak-anak.
Pesantren Ramadhan Masjid Syuhada’ Sawah Liat tahun ini dirancang tidak hanya berisi materi fikih dan bacaan Al-Qur’an, tetapi juga pembinaan akhlak, praktik ibadah, hafalan doa, serta penguatan karakter Islami.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa masjid tetap relevan sebagai pusat pendidikan dan peradaban umat. Di tengah modernisasi dan tantangan sosial, Masjid Syuhada’ Sawah Liat menunjukkan komitmennya dalam menjaga marwah generasi muda Nanggalo agar tetap religius, berilmu, dan beradab.
Ramadhan kembali menjadi madrasah terbaik. Dari masjid inilah, harapan tentang lahirnya generasi Qurani kembali disemai—generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan mulia dalam akhlak.
( Red )
