Pasaman Barat, Sinyalgonews.com,–Pemerintah Nagari Salido Saroha, Kecamatan Lembah Melintang, menggelar Rembuk Stunting Tahun 2026 sebagai tindak lanjut hasil Focus Group Discussion (FGD) Rumah Desa Sehat (RDS).
Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam menyusun program prioritas percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi pemerintah nagari, tenaga kesehatan, kader, dan seluruh elemen masyarakat.
Rembuk stunting menghasilkan sejumlah kesepakatan program prioritas pada sektor intervensi spesifik.

Di antaranya pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil berisiko kekurangan energi kronis (KEK), PMT pemulihan bagi balita berisiko stunting, penambahan PMT penyuluhan di posyandu, pengadaan sarana dan prasarana pemeriksaan ibu hamil seperti tempat pemeriksaan dan alat pemeriksaan hemoglobin (HB), serta perbaikan fasilitas posyandu yang mengalami kerusakan.
Selain itu, forum juga menetapkan berbagai program intervensi sensitif sebagai upaya pendukung percepatan penurunan stunting. Program tersebut meliputi pemberian dan pengawasan konsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, sosialisasi pentingnya konsumsi tablet tambah darah, penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kampanye pentingnya kehadiran kaum bapak ke posyandu, peningkatan cakupan imunisasi dasar lengkap, sosialisasi KB pasca persalinan, penyediaan sanitasi bagi keluarga rentan, peningkatan akses bantuan sosial bagi keluarga yang belum terjangkau program perlindungan sosial, bantuan ketahanan pangan bagi keluarga berisiko stunting, peningkatan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader posyandu dan Rumah Desa Sehat (RDS), serta pelaksanaan demonstrasi memasak PMT berbahan pangan lokal.
Sebagai tambahan hasil musyawarah, peserta rembuk juga menyepakati pembangunan jamban sehat, peningkatan akses sanitasi air bersih, serta pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Ketiga program tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang sehat sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui perbaikan kualitas sanitasi dan perilaku hidup bersih masyarakat.
Wali Nagari Salido Saroha, Mahendra, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat.
“Stunting bukan hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, seluruh program yang telah disepakati dalam rembuk ini akan menjadi perhatian pemerintah nagari untuk dimasukkan dalam perencanaan dan penganggaran tahun 2026 agar dapat direalisasikan secara bertahap dan berkelanjutan,” ujar Mahendra.
Ia juga mengajak seluruh perangkat nagari, tenaga kesehatan, kader posyandu, Kader Pembangunan Manusia, Rumah Desa Sehat, tokoh masyarakat, Bamus, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program yang telah disepakati.
“Keberhasilan menurunkan angka stunting hanya dapat dicapai apabila semua pihak memiliki komitmen yang sama. Mari kita jadikan penanganan stunting sebagai gerakan bersama demi melahirkan generasi Nagari Salido Saroha yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tambahnya.
Sementara itu, Koordinator Rumah Desa Sehat (RDS) Nagari Salido Saroha menyampaikan bahwa seluruh hasil rembuk akan menjadi dasar penyusunan rencana kerja pemerintah nagari dan penganggaran tahun 2026 sehingga program yang telah disepakati dapat dilaksanakan secara efektif sesuai kebutuhan masyarakat.
Rembuk Stunting Tahun 2026 ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Nagari Salido Saroha dalam memperkuat sinergi lintas sektor untuk mempercepat penurunan angka stunting melalui intervensi spesifik dan sensitif yang terintegrasi. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan kualitas kesehatan ibu dan anak terus meningkat serta terwujud generasi yang sehat, cerdas, produktif, dan bebas stunting.
( Okeh Saputra)