Padang, Sinyalgonews.com,–Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Padang gelar wisuda tahfidz angkatan VIII tahun 2026, di aula SMAN 3 Padang, Selasa (19/5/2026)
Mengangkat tema “Al-Qur’an Is My Day, Hafizh Is My Dream Untuk Kehidupan Bermakna” acara ini dihadiri oleh berbagai pihak terkait. Mulai dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Perwakilan Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Sumbar, Perwakilan Kemenag Kota Padang, Pengawas Kemenag, Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan Sumbar, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS), hingga seluruh kepala sekolah SMA Negeri di Kota Padang.

Pada angkatan VIII ini ada 266 orang siswa yang diwisuda tahfidz. Adapun 226 orang siswa tersebut ialah siswa kelas X dan XI.
Sementara, satu orang siswa berhasil hafal 17 jus atas nama Sabrina Balqis, dan 16 juz atas nama Muhammad Alif Kurniawan.
Acara ini dilatarbelakangi oleh program unggulan bidang tahfidz yang dimiliki oleh SMAN 3 Padang. Beberapa diantaranya sebagai berikut.
1. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur tahfidz.
2. Ekstrakulikuler tahfidz.
3. Program Pendikar Takesi (Pendidikan Karakter Tahfidz dan Kuliah Motivasi) yang dilakukan setiap Jumat pagi selama lebih kurang 15 menit dengan bimbingan guru di sekolah. Setiap kelas dibekali dengan dua orang guru. Berbeda dengan para siswa yang sudah memiliki hafalan sebelumnya, mereka disediakan kelas khusus agar dapat menyetarakan kemampuan.

Demikian halnya, hingga dilaksanakan tes/ujian kompre oleh guru yang hafiz qur’an. Tes/ujian kompre berlangsung selama tiga hari sesuai tingkatan kelas. Masing-masing tingkatan mendapat jadwal satu hari. Siswa yang sudah hafal dan dinyatakan lulus berdasarkan tes/ujian komprelah yang nantinya berhak diwisuda.
Kepala Sekolah SMAN 3 Padang Zahroni mengatakan, jumlah wisuda tahfidz angkatan VIII meningkat dari tahun yang lalu. “Tahun yang lalu kita wisuda 133 siswa, Alhamdulillah tahun ini kita wisuda 226 orang” ujar Zahroni.
Zahroni berharap jumlah wisuda tahfidz angkatan IX semakin meningkat sehingga mampu mengantarkan para siswa ke Perguruan Tinggi atau dunia kerja yang baik. “Al-qur’an selalu bersama mereka. Sedapat mungkin kita menciptakan insan-insan qur’ani”, tuturnya.
Zahroni mengatakan, program tahfidz yang dilaksanakan memiliki kekhasan. “Hampir seluruh sekolah unggul memiliki program tahfidz dengan nama yang berbeda-beda. SMAN 3 Padang berusaha menggabungkan pendidikan karakter, tahfidz, dan motivasi dalam satu program,” ujarnya.
Sejauh ini, program pun tak luput dari kendala, seperti biaya operasional, sumber daya pelatih, dan minat siswa dalam menghafal Al-qur’an. Namun demikian, sekolah tetap optimis dan semangat dalam upaya peningkatan potensi.
(Marlim)