Agam, Sinyalgonews.com,–Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 14.264.581 yang berlokasi di jalan raya Padang-Lubuk Basung tepatnya di Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara kab Agam terlihat ramai dengan antrian. Ramainya antrian tersebut karena adanya para pembeli dengan menggunakan jerigen yang di angkut menggunakan sepeda motor. Sabtu (20/6/2026).

Meski terjadi pada siang hari, akan tetapi tak terlihat ada aparat terkait seperti aparat kepolisian yang mengawasi SPBU tersebut. Ini menjadi tanda tanya besar, ada apa?. Apakah aparat kepolisian resort Agam ada main mata dengan pihak SPBU?.
Mardi, salah seorang pembeli dari daerah Pasaman Barat mengaku sangat kecewa dengan adanya praktik yang menurutnya ilegal tersebut.

“Saya heran, kenapa disini banyak pembeli yang pakai jirigen. Pantas saja sering terjadi kelangkaan Pertalite di SPBU ini” ujar Mardi. Mardi uga menyebutkan, jika pengisian menggunakan jerigen tersebut kerap kali terjadi.
“Saya rutin pulang pergi dari Padang ke Pasaman Barat setiap Minggu. Di SPBU ini kalau tidak antrian panjang ya BBM habis” imbuhnya.
Terpisah, warga sekitar yang namanya enggan untuk dipublikasikan, mengaku antrian di SPBU itu hampir tiap hari terjadi.
“Orang mengisi BBM dengan jerigen hampir tiap hari. Bukan hal yang aneh disini, “terangnya.

Salah satu pembeli BBM jenis pertalite tersebut juga mengaku bahwa BBM yang ia peroleh dari SPBU ini semata untuk di jual kembali dengan harga 12 ribu/ liter. “Untuk dijual lagi, ” ujarnya.
Sedangkan informasi yang terdengar semacam ada kerjasama antara petugas pengisi BBM dengan pemilik SPBU ini. Satu jerigen pertalite ada biaya tambahan sebesar 10 ribu rupiah. Untuk solar sebesar 15 ribu sampai 20 ribu per jerigen.
(Marlim)