• Home
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • International
  • Peristiwa
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Pariwisata
  • Teknologi
  • Agama
  • Kesehatan
  • Infrastruktur
  • Loker
Portal Berita Unggulan > Blog > Hukum > Ujaran Kebencian di Media Sosial terhadap Kulit Gelap: Studi Kasus Fuji
HukumNasionalNews

Ujaran Kebencian di Media Sosial terhadap Kulit Gelap: Studi Kasus Fuji

editor
Last updated: 07/06/2024 07:51
editor
1.6k Views
Share
4 Min Read
SHARE

Media sosial telah menjadi bagian integral dari kehidupan modern, memungkinkan individu untuk berinteraksi dan berbagi pengalaman dengan mudah. Namun, platform ini juga menjadi tempat berkembangnya ujaran kebencian, terutama yang berkaitan dengan rasisme dan diskriminasi warna kulit. Salah satu contoh nyata dari fenomena ini adalah ujaran kebencian yang dialami oleh Fuji, seorang publik figur yang memiliki kulit gelap.

Ujaran kebencian adalah bentuk komunikasi yang merendahkan, mengancam, atau menghina seseorang atau kelompok berdasarkan atribut seperti ras, warna kulit, agama, etnis, jenis kelamin, orientasi seksual, atau disabilitas. Di media sosial, ujaran kebencian dapat menyebar dengan cepat dan menjangkau audiens yang luas, seringkali tanpa konsekuensi langsung bagi pelakunya.

Fuji, seorang artis muda yang sedang naik daun, kerap menjadi sasaran ujaran kebencian di media sosial karena warna kulitnya yang gelap. Di Indonesia, standar kecantikan seringkali masih didominasi oleh kulit putih atau cerah sehingga mereka yang memiliki kulit gelap seringkali menjadi objek diskriminasi dan cibiran.

foto yang diposting melalui akun instagram @fuji_an Komentar-komentar negatif yang ditujukan kepada Fuji seringkali berisi hinaan, stereotip negatif, dan ejekan yang berakar pada prasangka rasial. Beberapa komentar datang dari akun-akun wanita, seperti “kalo ga pake kamera ip mah magrib nil” dari akun @harvesst dan “Aura magrib memang gabisa bohong” dari akun @asibali. Ujaran ini banyak didapati Fuji melalui video yang uploadnya pada akun TikTok @fujiiian. Namun, banyak juga yang membela Fuji, seperti komentar dari @herawati_1967: “kamu biar di dandanin apa aja, ataupun ga, tetep aja menawan, cantik ga bisenin” dan dari @BILA: “uti semangat yah

jangan dengerin komentar orang lain uti ingat gala sama klurga aj semangat uti❤️❤️❤️”.

Akun @dayu rahma juga membela dengan berkata, “Cantik gini dibilang magrib”.

Ujaran kebencian memiliki dampak psikologis yang signifikan bagi korbannya. Bagi Fuji,

serangan berulang kali dapat menyebabkan stres, kecemasan, dan depresi. Lebih jauh lagi,

fenomena ini memperkuat stigma sosial terhadap orang-orang berkulit gelap, memperburuk

ketidakadilan dan diskriminasi yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

foto yang diposting melalui akun instagram @fuji_an Dampak negatif ini tidak hanya dirasakan oleh individu yang menjadi korban langsung, tetapi juga oleh masyarakat luas. Ujaran kebencian dapat menciptakan atmosfer ketakutan dan permusuhan, yang pada gilirannya mengikis kohesi sosial dan toleransi.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan upaya dari berbagai pihak, termasuk platform media sosial, pemerintah, dan masyarakat.

Platform media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram memiliki tanggung jawab untuk memantau dan menghapus konten yang mengandung ujaran kebencian. Mereka perlu mengimplementasikan algoritma yang lebih canggih untuk mendeteksi ujaran kebencian serta menyediakan mekanisme yang mudah bagi pengguna untuk melaporkan konten berbahaya.

Pemerintah perlu menetapkan regulasi yang jelas dan tegas mengenai ujaran kebencian di media sosial. Undang-undang harus menuntut pertanggungjawaban bagi mereka yang

menyebarkan kebencian serta memberikan perlindungan kepada korban.

Masyarakat harus dididik tentang bahaya ujaran kebencian dan pentingnya menghormati keragaman. Kampanye sosial yang menekankan nilai-nilai toleransi dan inklusivitas dapat membantu mengubah pandangan negatif terhadap individu dengan warna kulit yang berbeda.

Ujaran kebencian di media sosial terhadap individu berkulit gelap seperti Fuji adalah masalah serius yang memerlukan perhatian dan tindakan kolektif. Dengan kerjasama antara

platform media sosial, pemerintah, dan masyarakat, kita dapat menciptakan lingkungan online yang lebih aman dan inklusif. Ini bukan hanya tentang melindungi individu tertentu, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih adil dan toleran bagi semua.

Ditulis oleh: Siti Istinasya, Filda Husnul Khatimah, Lexania Tivanya Surya, Afifa Fatiha Hania Monsaind (Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Andalas)

You Might Also Like

Jelang Rekapitulasi Pemilu 2024 Di KPUD Kab Pekalongan – Rutin Dilaksanakan Sterilisasi
Puluhan Tahun Mengabdi Tanpa Kepastian, Ratusan Pegawai Tidak Tetap Unand Geruduk Rektorat
Deta Mahendra Tokoh Pelopor Anti Tawuran dan Balap Liar Kota Padang
Kapolda Jatim Berangkatkan 50.789 Paket Bantuan Kemanusiaan untuk Warga Terdampak Banjir Jateng
Bupati Pessel Resmikan Masjid SMPN 1 Batang Kapas Hibah Dari Rori Pasla dan Keluarga
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Joni Martiyus Sikumbang Langsung Serahkan Bantuan IKM Jabar Kepada Gubernur Mahyeldi
Next Article Babinkamtibmas Gunung Pangilun Aiptu Yendri Komunikasi Sosial Bersama Warga Binaan
Tidak ada komentar Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Latest News

Heboh.Bom Rakitan Meledak di MAN 3 Padang
News
14/07/2026
Satpol PP Sawahlunto Sosialisasikan Trantibum kepada Siswa SMAN 2 Talawi di Masa MPLS 2026
News
14/07/2026
Gubernur Mahyeldi dan Menteri Lingkungan Hidup Canangkan Gerakan Tobat Ekologis di Sumbar
News
14/07/2026
Sekda Sumbar: Kenyamanan Jamaah Kunci Memakmurkan Masjid
News
14/07/2026

You Might also Like

DaerahInfrastrukturNasionalNews

Gubernur Mahyeldi Apresiasi Sambutan Hangat Masyarakat Saat Tim Safari Ramadhan Provinsi Bermalam di Dharmasraya

25/03/2024
505 Views
NewsDaerah

Pemprov Sumbar Siapkan Sejumlah langkah Strategis untuk Percepat Proses Rehabilitasi Sawah Terdampak Bencana

17/04/2026
185 Views
NasionalNewsPolitik

Gubernur Mahyeldi Buka Bazar Dinas Koperasi dan UKM Sumbar

18/03/2025
831 Views
HukumNasionalNews

Kakorlantas Polri Susun Skema Rekayasa Lalin saat Arus Balik Lebaran

02/04/2025
260 Views

SinyalGoNews.com © 2024 All rights Reserved. made with ❤️ by Xweb.co.id

  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?