Padang, Sinyalgonews.com,--Kasat Bimmas Polresta Padang, Kompol Muzhendri didampingi Bripka Hendra mengunjungi SMKN 6 Padang, Rabu (6/2/2025). Maksud kunjungan Kasat Bimmas adalah dalam rangka sosialisasi program Kapolda Sumbar untuk menjadikan kota Padang Zero Tawuran dan balap liar.
Kompol Muzhendri mengatakan, kedatangannya ke SMKN 6 Padang adalah silaturahim dengan Kepala SMKN 6 Padang untuk menjalin hubungan emosional. Tujuannya adalah untuk memberikan masukan untuk mengantisipasi tawuran, balapan liar dan pelanggaran hukum.
“Di Kota Padang ini kasus tawuran dan balap liar sudah sangat meresahkan. Untuk itu perlu kiranya diadakan sosialisasi sesuai dengan program bapak Kapolda agar kota Padang Zero Tawuran dan aksi balap liar” ujar Kompol Muzhendri
Lebih lanjut Kasat Binmas menerangkan, penyebab tawaran ini ada beberapa faktor. Yang pertama euforia sehingga mereka ingin memperlihatkan jati dirinya.
“Ini yang perlu diantisipasi kita rangkul mereka supaya bisa mencari jati diri untuk hal-hal yang positif,” ucapnya
Kemudia faktor yang kedua, lanjut dia, ada pengaruh dari luar baik seniornya atau dari luar yang mengajak mereka membuat suasana tidak kondusif di tengah masyarakat.
“Yang terlibat tawuran jelas ada tindakan tegas untuk diproses hukum. Hukuman siswa untuk pelanggaran hukum kita lakukan tindak hukum sesuai peraturan yang berlaku. Kemudian untuk sanksi kepada anak dan sekolah dan dinas pendidikan,” katanya.
Kompol Muzhendri berharap kedepan tidak ada anak sekolah yang melanggar hukum dan tidak ada anak sekolah yang melakukan tawuran. “Semoga semuanya bisa berprestasi untuk masa depan,” ucapnya.
Kepala SMKN 6 Deta Mahendra mengucapkan terimakasih atas kunjungan Kasat Binmas Polresta Padang ke SMKN 6 Padang. Deta Mahendra menambahkan, kedatangan Kasat Binmas melakukan pembinaan karena masalah tawuran dan balap liar ini merupakan tanggung jawab bersama baik orang tua, sekolah maupun partai hukum seperti kepolisian.
“Kita bersama-sama baik siswa guru, Dinas pendidikan dan juga kepolisian mengantisipasi tawuran dan balapan liar. Mudah-mudahan ini akan berhasil baik karena kita bersama-sama saling mengingatkan. Tetapi walaupun bagaimana kembali ke siswa itu masing-masing. Tapi kita tidak henti-hentinya untuk mengantisipasi ini jangan sampai terjadi tawuran dan balapan liar,” kata Deta didampingi Wakil Bidang Sarpras Bahrum Rambe
Deta mengungkapkan, pihaknya akan terus mensosialisasikan jangan sampai siswa tawuran.
“Paling tidak setelah kita ingatkan berkali-kali baik kepolisian, dinas pendidikan baik guru maupun sekolah mungkin ada sanksi jika siswa melakukan tawuran dan balapan liar. Nanti sanksi tergantung aturan yang masih dibuat secara bersama agar siswa tidak dirugikan dan sekolah tidak dirugikan. Sehingga aturan itu berada di tengah-tengah berpihak untuk semua,” bebernya.
“Harapan saya, siswa tidak ikut tawuran. Kalau ada harus segera dibubarkan. Karena kalau terbukti melakukan tawuran dan balapan liar tentu ada tindakan tegasnya. Kalau terbukti bersalah pasti ada tindakan tegas dari sekolah,” pungkasnya.
(Marlim)