Lima Puluh Kota, Sinyalgonews.com,- Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah melakukan kunjungan kerja ke Kab Limapuluh Kota, Rabu (10/1/2024). Dalam kunjungan tersebut Gubernur menerima aspirasi petani tentang turunnya permintaan dan harga gambir, pengaturan penjualan daun gambir dan adanya dugaan ekspor gambir yang kurang menguntungkan daerah dan petani produsen gambir.

Mendapat laporan dari petani gambir tersebut, Gubernur langsung memerintahkan Disperindag untuk meneliti, mengkaji dan mencari solusinya sekaligus lebih intens mencari solusi tata niaga gambir yang merupakan produk ekspor spesifik Sumatera Barat. “Saya perintahkan Disperindag Sumbar untuk mencari tau kenapa ini bisa terjadi dan mencari solusinya” ucap Gubernur.
Menyikapi hal tersebut Disperindag Sumbar sudah mengambil langkah-langkah mengusulkan butir-butir pergub dan penjabaran Perda Pengembangan Komoditi Unggulan kepada Disbuntahor selaku koordinator, berkoordinasi dengan DPMPTSP untuk mengkaji ijin pabrik pengolahan gambir yang membeli daun ke petani, dan melakukan pengawasan langsung ke gudang eksportir gambir di Kota Padang.
“Terkait turunnya permintaan dan harga gambir kita sudah memperoleh informasi tentang naiknya tarif impor di negara India sehingga para importir sementara waktu menunggu titik keseimbangan baru” ujar Kadisperindag Sumbar Novrial.
Disamping itu kata Novrial, Disperindag Sumbar juga mempersiapkan mutu gambir petani yang sudah di tes di labor BPSMB Air Tawar untuk memastikan saat kondisi stabil nantinya petani mempunyai posisi tawar tinggi untuk menjual gambir kualitas terbaik ke para eksportir.
(Marlim)