Padang, Sinyalgonews.com,–Krisis penerimaan peserta didik baru (PPDB) memuncak di Kota Padang Sumatera Barat, setelah warga setempat menggembok pintu utama SD Negeri 02 Benteng Kelurahan Cupak Tangah Kecamatan Pauh kota Padang Rabu (1/7/2026).Tindakan ini dipicu ketidaklulusan puluhan calon siswa dari lingkungan sekitar sekolah.
Aksi blokade menyebabkan guru dan Kepala Sekolah tertahan di luar pagar. Warga menuntut kejelasan atas hak pendidikan anak-anak di wilayah zonasi sekolah tersebut.

“Kami hanya menuntut hak pendidikan anak kemenakan kami, sesuai aturan zonasi dalam Permendikbud. Jangan permainkan masa depan mereka,” tegas Oki Riandola tokoh masyarakat Cupak Tangah.
Menurutnya, terdapat 7 anak dari kawasan dekat SDN 02 Benteng yang tak diterima meski secara zonasi berhak mendaftar di SDN 02. “Ini bukan pertama kali. Dulu kami juga pernah melakukan aksi serupa, tapi tidak sampai terjadi penggembokan” ujar Oki.
Ketua LPM Cupak Tangah mengungkapkan bahwa lahan tempat berdirinya sekolah tersebut merupakan tanah ulayat yang di hibahkan masyarakat adat dengan syarat prioritas diberikan kepada anak-anak lokal.

“Kesepakatannya jelas, anak sekitar sekolah diutamakan untuk diterima di SDN 02 dengan catatan memenuhi syarat.Tapi komitmen itu tidak dipenuhi,” ujar Rekamedi.
“Kami bersama ninik mamak dan Anak Nagari Cupak Tangah meminta kepada Kadis Pendidikan kota Padang untuk mencarikan solusi persoalan ini. Jangan sampai permasalahan ini menjadi berlarut larut” ucapnya.
Kepala SDN 02 Benteng Cupak Tangah, Ulil Amri, M.Pd, mengatakan kapasitas siswa yang diterima dua kelas dengan isian satu 28 orang “Jadi ada pengurangan, dimana tahun lalu jumlah siswa yang diterima sebayak 3 kelas” ujar Ulil Amri.
Menurut Ulil Amri, rencananya ruang kelas SDN 02 akan ditambah 5 kelas sehingga tahun depan seluruh anak nagari cupak tangah akan tertampung di SDN 02. Ulil Amri berjanji akan membawa permasalahan ini ke dinas pendidikan kota Padang agar dicarikan solusinya.
Sementara Babinkamtibmas Kelurahan Cupak Tangah Aipda Fauzi yang turut menengahi persoalan ini meminta kepada warga untuk membuka dulu gembok sampai menunggu hasil keputusan dari Dinas Pendidikan Kota Padang. “Saat ini kita sedang berusaha bagaimana caranya agar anak kita yang tidak tertampung bisa diterima di SDN 02 Benteng ini” ujar Fauzi.
(Marlim)