BANDUNG BARAT, Sinyalgonews.com,–Nasib pilu menimpa dua petani lanjut usia di Kampung Babakan Cianjur, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Hasil panen padi yang mereka rawat selama sekitar empat bulan raib digondol maling saat disimpan di area persawahan.
Peristiwa yang terjadi pada malam hingga dini hari itu membuat kedua petani kehilangan sekitar lima kuintal gabah yang sedianya akan dibagi dengan pemilik lahan sesuai sistem bagi hasil. Akibat kejadian tersebut, mereka mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.
Salah seorang korban, Oka Sukmana (63), mengaku sangat terpukul. Menurutnya, gabah yang telah dipanen dijemur dan disimpan di sawah sebagaimana kebiasaan para petani di wilayah tersebut. Selama ini cara itu dinilai aman sehingga mereka tidak menyangka akan menjadi sasaran pencurian.
Ketika kembali ke sawah pada Minggu pagi, seluruh karung gabah yang telah dikeringkan ternyata sudah tidak berada di tempat. Dugaan sementara, aksi pencurian dilakukan pada malam hari saat kondisi sawah sepi tanpa pengawasan.
Korban lainnya, Amad (73), juga mengalami nasib serupa. Gabah hasil panennya yang telah dikemas dalam beberapa karung ikut raib. Bagi petani penggarap, hasil panen tersebut merupakan sumber penghasilan utama yang harus dibagi dengan pemilik lahan. Hilangnya gabah berarti pendapatan mereka berkurang drastis.
Peristiwa ini menimbulkan keprihatinan masyarakat setempat. Warga berharap aparat kepolisian segera mengusut kasus tersebut dan menangkap pelakunya agar tidak kembali menyasar petani lain yang sedang memasuki musim panen.
Kasus pencurian hasil pertanian bukan hanya menimbulkan kerugian materi, tetapi juga memukul semangat petani yang telah bekerja keras di tengah tingginya biaya produksi, mulai dari pengolahan lahan, pembelian benih, pupuk hingga perawatan tanaman.
Pengamat pertanian menilai perlindungan terhadap hasil panen petani perlu menjadi perhatian semua pihak. Selain meningkatkan patroli keamanan di wilayah pertanian, diperlukan pula kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan sehingga tindak kriminal terhadap petani dapat diminimalkan.
Musim panen seharusnya menjadi saat yang membahagiakan bagi petani setelah berbulan-bulan menunggu hasil jerih payahnya. Namun, pencurian seperti yang terjadi di Bandung Barat justru mengubah harapan itu menjadi kesedihan.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan mengembalikan rasa aman bagi para petani, sehingga mereka dapat bekerja tanpa dihantui kekhawatiran kehilangan hasil panen yang menjadi tumpuan kehidupan keluarga mereka.
Editor: TEUKU HUSAINI