Inoki Ulma Tiara, Sinyalgonews.com, Pemilihan legislatif dan presiden pada tanggal 14 Februari 2024 baru saja berlalu. Hasil pemilu mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS), pleno kecamatan dan kabupaten sudah ditetapkan. Penetapan ini memberikan kejutan-kejutan dan perubahan-perubahan komposisi, baik secara partai politik ,orang-orang memenangkan, juga yang tereliminasi. Sehingga pemilu 14 Februari 2024 mempunyai cerita dan keunikannya sendiri khususnya pemilu legislatif tingkat II di kabupaten Tanah Datar.
Pertama, anggota DPRD Tanah Datar yang maju kembali sebagai calon legislatif tidak terpilih sebanyak 17 orang atau 50% 35 anggota DPRD Tanah Datar secara keseluruhan. Hal ini bisa kita lihat di masing-masing daerah pemilihan satu daerah pemilihan (Dapil). Dapil I yang terdiri dari kecamatan Tanjung Emas, Lintau Buo Utara, Padang Ganting dan Lintau Buo. Partai Golkar sebelumnya Samsul Bahri (1.070) sebagai incumbent yang baru lantik pergantian antar waktu (PAW) dikalahkan oleh Donal Martin (1.072) pendatang baru, di partai PKS yang sebelumnya dua kursi (Istiglal dan H. Nursal) menyisakan H. Nursal (1.348) sedangkan Istiglal (1.342) gagal meneruskan pengabdiannya, Hanura Wadrawati (814) digantikan oleh Asrul Jusan (1.206), PAN yang sebelumnya terpilih Jasmadi S.T (1743) digantikan Nofrizal S.T (3.318), Demokrat Eri Hendri (1.667) yang menjabat 3 periode disalib oleh . Drs. H. Darius, Akt., Dt. Bandaro Putiah (2.431). PPP hanya mampu meraup suara (2.138) sehingga kehilangan kursi yang dijabat oleh Arianto (1402). Kursi PPP digantikan oleh Nasdem (5.453) Noviandri ST (1.327) dan kursi kedua PKS digantikan oleh PKB (4.265) Indra Gunalan (2.670).
Di Dapil II Kecamatan Lima Kaum, Rambatan, dan Batipuh Selatan di PKS Abu Bakar (1.503) digantikan oleh Jamal Ismail, S.Sos.I., M.Pd (1.686), PAN Ali Muhar Sutan Tanaro (1.154) digantikan oleh Felly Endra (1.353), Demokrat Drs. Dona (1.542) digantikan oleh Wel Ahmad S.Sos (2.590), MHD Haekal S.H (1.515) dari Hanura (2.170) kehilangan kursinya digantikan oleh H. Herri Wildani (1.207) dari Ummat (2.594).
Dapil III yang terdiri dari kecamatan X Koto, Batipuh dan Pariangan merubah komposisi mulai dari Partai Gerindra dapil yang sebelum dua kursi jadi satu kursi dan yang terpilih Mulyani (1.687) mengantikan Afrizal, S.T., Dt. Rajo Lenggang (1.263), sedangkan anggota legislatif Gerindra lainya Dapil III sekaligus Ketua DPRD Tanah Datar Rony Mulyadi Dt Bungsu SE maju ke Provinsi dan terpilih. Di PDI (2.475) Afriman, Dt. Majo Indo (1.197) kehilangan kursinya karena kalah dengan kursi kedua Golkar (2.530) dan yang terpilih Adrison Dt. Parpatiah (1.957), Nasdem Junaidi, Dt. Rajo Mangkuto (1.431) mengantikan Nova Hendria S.H (1.254).
Dapil IV yang kecamatannya Sungayang, Sungai Tarab, Salimpaung, serta Tanjung Baru dimulai dari Partai Gerindra (5.297) kehilangan satu kursi atau kursi kedua 1.766 berasal dari 5.297 akumulasi suara Gerindra dibagi tiga sehingga Drs. H. Azwar R (1.470) digantikan oleh partai Ummat (3.676) Masnefi (1.648), Hanura (2. 372) Benny Apero, A.Md (1.640) digantikan PKB (3.817) Zaiful Imra S.Ag (1.104), PKS . Dekminil, Dt. Sinaro Gunuang (1.578) digantikan oleh Adib Fadhil, S.S. (1.622), PAN Zulli Rustam, S.M. (1.059) kalah oleh Iswandi Putra, A.Md (1.080).
Secara keseluruhan anggota DPRD Tingkat II Tanah Datar yang ikut berkontestasi tetapi gagal mendapatkan sebanyak 17 orang, karena Rony Mulyadi Dt Bungsu SE sebagai anggota DPRD Gerindra Tanah Datar maju ke Provinsi membuat wajah baru DPRD tingkat II Kabupaten Tanah Datar menjadi 18 orang.
Disisi lain DPD NasDem kabupaten Tanah Datar yang digadang-gadangkan akan menjadi partai pemenang pemilu tingkat II Kabupaten Tanah Datar di 14 Februari 2024 karena Anis efek. Anis efek bentuk antusias masyarakat Kabupaten Tanah Datar menjadikan Anis Baswedan presiden, antusias ini diharapkan berpengaruh secara signifikan kepada perolehan suara NasDem sebagai partai yang dari awal mengusungnya menjadi presiden, seperti pengaruh Prabowo Subianto terhadap Gerindra dan PKS di tahun 2019. Sehingga untuk memenuhi ambisi tersebut maka panglima perang DPD NasDem Tanah Datar diganti ditengah jalan, dari Nova Hendria SH kepada Richi Aprian SH MH. Kabarnya pergantian kepemimpinan antara Nova Hendria kepada Richi Aprian ada tugas atau target yang harus dipenuhi yaitu Richi Aprian harus menambah kursi DPRD Tingkat II Tanah Datar dari 3 menjadi 6 atau 7 kursi sehingga NasDem adalah pimpinan DPRD Tanah Datar, karena berdasarkan penilain DPP NasDem 4 kursi DPRD sudah jelas didapatkan karena selain Anis efek dan banyaknya bacaleg yang mendaftar sekaligus berpotensi meraup suara besar di masa kepemimpinan Nova Hendria. Tidak tercapainya target 6 atau 7 kursi NasDem Tanah Datar ini akan mejadi catatan DPP NasDem untuk Richi Aprian.
Secara akomulatif dari empat dapil atau perolehan suara di Kabupaten Tanah Datar partai Demokrat memperoleh suara terbanyak dengan angka 25.798 di posisi kedua dan ketiga yaitu Gerindra 25.182, dan Golkar 24.401. Kemenangan Demokrat Tanah Datar pengaruh besar Eka Putra SE, MM Wabendum Demokrat serta keberhasilannya sebagai Bupati Tanah Datar, disamping penyusunan caleg tingkat II Demokrat yang cermat dari ketua DPC Demokrat Tanah Datar Nurhamdi Zahari, Dt. I. M. Nan Bapayuang Ameh. Sedangkan 5 kursi Golkar disebabkan kemampuan Anton Yondra SE MM yang merekrut caleg yang mempunyai potensi suara besar khususnya Adrison Dt Parpatiah mantan anggota DPRD Hanura ini.
Pada akhirnya kemenangan bisa dilihat dari banyak sisi yaitu keberhasilan memenangkan pertarungan atau yang membawa piala pulang, Demokrat memenangkan pertarungan dan Golkar membawa piala pulang namun NasDem Kabupaten Tanah Datar tidak dua-duanya.