Sawahlunto, Sinyalgonews.com,–Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Sawahlunto membatasi kuota kontingen yang akan diberangkatkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVI Sumatera Barat menjadi 230 atlet. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah penyesuaian terhadap kemampuan anggaran sekaligus hasil evaluasi fisik atlet melalui tes VO2 Max.
Keputusan itu dibahas dalam rapat koordinasi Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta Tim Teknis Porprov XVI Sumbar yang digelar di Kantor KONI Kota Sawahlunto, Sabtu (4/7/2026). Rapat dipimpin jajaran pengurus KONI bersama tim teknis untuk mengevaluasi hasil tes VO2 Max tahap II sekaligus menyusun agenda Monev tahap III.
Berdasarkan hasil tes VO2 Max yang berlangsung pada 13–16 Juni 2026 di Lapangan Ombilin, dari total 285 atlet yang masuk dalam basis data, hanya 219 atlet mengikuti tes sesuai rekomendasi tim monev. Hasil evaluasi menetapkan 89 atlet sebagai atlet utama, 70 atlet masuk daftar cadangan, 60 atlet belum memenuhi standar, sementara 83 atlet tidak hadir mengikuti tes.
Dalam rapat tersebut juga terungkap masih adanya sejumlah cabang olahraga yang tidak mengikuti agenda monitoring maupun mengirimkan atlet yang berbeda dari rekomendasi tim monev.
Wakil Ketua I KONI Kota Sawahlunto, Boy Purbadi, mengatakan kondisi tersebut sempat membuat tim teknis menunda pengambilan keputusan hingga memperoleh arahan langsung dari Ketua KONI.
“Beberapa cabang olahraga tidak mengikuti monev, bahkan ada yang mengirim atlet berbeda dari rekomendasi tim. Karena itu kami meminta arahan Ketua KONI terkait langkah yang akan diambil,” ujarnya.
Menurut Boy, arahan Ketua KONI mengerucut pada penyesuaian jumlah atlet yang diberangkatkan setelah mempertimbangkan besaran anggaran hibah yang tersedia.
“Awalnya jumlah atlet mencapai 285 orang. Namun setelah mendapat informasi bahwa anggaran yang tersedia sekitar Rp2,5 miliar, maka dilakukan penyesuaian jumlah kontingen agar sesuai dengan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris KONI Sawahlunto, Hendri Febriyudi, menegaskan kebijakan tersebut bukanlah pemangkasan atlet, melainkan penyesuaian terhadap kondisi keuangan organisasi.
“Pada intinya kita tidak memangkas atlet, tetapi menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, KONI akan melaksanakan Monitoring dan Evaluasi Tahap III mulai 8 Juli hingga 7 Agustus 2026. Tim monev dijadwalkan mengunjungi setiap cabang olahraga sebanyak dua hingga tiga kali untuk memverifikasi data atlet, mengevaluasi kesiapan latihan, serta berdialog langsung dengan pelatih mengenai perkembangan atlet binaannya.
Selain itu, atlet yang tidak mengikuti tes VO2 Max tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan akan menjadi perhatian dalam proses seleksi akhir.
Untuk cabang olahraga kategori mandiri, KONI menegaskan pembiayaan pelaksanaan menjadi tanggung jawab masing-masing cabang. Meski demikian, KONI tetap memfasilitasi proses administrasi, pendaftaran, dan perlindungan asuransi atlet.
Melalui rangkaian evaluasi tersebut, KONI Sawahlunto menargetkan hanya atlet yang memiliki kesiapan fisik, disiplin latihan, dan peluang berprestasi yang akan memperkuat kontingen pada Porprov XVI Sumbar.
Sebagai tahap akhir pemusatan latihan, KONI juga menjadwalkan pelaksanaan tes VO2 Max tahap III pada Agustus mendatang sebagai dasar penetapan atlet yang akan diberangkatkan mewakili Kota Sawahlunto.