Padang Pariaman – Sinyalgonews.com
Angin panas berhembus dari Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman. Sebuah tudingan keras menyeruak ke publik, mengguncang salah satu pusat ziarah terbesar di Sumatera Barat, Makam Syekh Burhanuddin Ulakan.

Seorang warga yang dikenal dengan inisial HT menggebrak media sosial dengan unggahan yang menyebut adanya dugaan penggelapan dana umat oleh oknum pengurus makam. Tidak tanggung-tanggung, HT bahkan secara terbuka menyebut nama-nama pengurus yang ia duga “bermain” di balik pengelolaan dana infak.
Miliaran Masuk, Fasilitas Tetap Memprihatinkan
Kepada Sinyalgonews.com yang menemuinya langsung di area makam, HT mengungkapkan kekecewaannya.
“Coba bayangkan, setiap tahun infak yang masuk di sini bisa mencapai kurang lebih Rp1 miliar. Tapi coba lihat sendiri kondisinya, makam dan fasilitas pendukung sangat memprihatinkan. Kami sudah berkali-kali mengkritik, baik ke pengurus maupun ke wali nagari, tapi bukannya didengar, malah kami yang dimusuhi,” tegasnya.
Menurut HT, dana besar itu seharusnya mampu memperbaiki jalan akses, mempercantik area makam, dan menyediakan fasilitas yang layak bagi para peziarah. Namun, faktanya, kondisi masih jauh dari harapan.
“Dana umat ini bukan milik segelintir orang, tapi untuk kepentingan bersama. Sayangnya, yang kami lihat, uang itu justru habis dibagi-bagi oleh sekelompok orang saja,” ujarnya geram, disambut anggukan setuju beberapa warga yang berada di dekatnya.
Warga Desak Audit dan Transparansi
Kemarahan warga Ulakan kian memuncak. Mereka mendesak aparat berwenang, baik pemerintah daerah maupun lembaga penegak hukum, untuk segera melakukan audit transparan terhadap pengelolaan dana di Makam Syekh Burhanuddin.
“Kami sudah terlalu lama diam. Jangan sampai makam yang menjadi kebanggaan Sumbar ini tercoreng hanya karena ulah oknum yang tidak amanah,” ujar salah seorang tokoh pemuda setempat.
Bantahan dari Pihak Wali Nagari
Menanggapi tudingan tersebut, Sinyalgonews.com mencoba menghubungi Syofyan, Wali Nagari Manggopoh Ulakan, untuk mengonfirmasi. Saat dihubungi, Syofyan mengaku sedang berada di luar, namun secara tegas membantah semua tuduhan yang disampaikan oleh HT.
“Itu tidak benar. Semua dana dikelola sesuai prosedur,” singkatnya melalui sambungan telepon.
Latar Belakang Makam Syekh Burhanuddin
Makam Syekh Burhanuddin Ulakan selama ini dikenal sebagai pusat ziarah yang setiap tahunnya menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah, terutama saat “Basapa” — tradisi tahunan yang sarat nilai sejarah dan religius. Dengan jumlah pengunjung yang begitu besar, potensi pemasukan dari infak dan sumbangan jamaah sangat tinggi. Hal inilah yang kini menjadi sorotan publik, terutama soal transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dananya.
Kasus ini kini menjadi buah bibir di masyarakat. Warga menunggu langkah tegas pemerintah dan pihak terkait. Harapannya sederhana: dana umat harus kembali ke umat, bukan mengalir ke kantong pribadi oknum tertentu.
(TIM)