Padang, Sinyalgonews.com,— Ranah Minang kembali diguncang kegaduhan. Sebuah video berjudul “Menyala Gurun Laweh”mendadak viral di media sosial dan menuai kecaman luas dari berbagai kalangan. Video berdurasi 1 menit 6 detik yang tertulis akun TikTok ameri.putri22 itu memperlihatkan suasana pesta Baralek Gadang yang justru menyuguhkan aksi tak senonoh: seorang wanita, diduga artis lokal, bergoyang erotis hanya mengenakan bra di tengah kerumunan tamu.

Dalam video tersebut, suasana yang semestinya penuh nuansa adat dan kehormatan justru berubah menjadi arena hiburan liar yang mirip lantai diskotik. Sorot lampu warna-warni, dentuman musik remix, serta aksi sang wanita yang begitu vulgar, membuat netizen geger. Lebih ironis, tamu-tamu yang hadir tampak menikmati pertunjukan itu tanpa rasa risih, seolah pesta tersebut memang sengaja diubah menjadi ajang hiburan malam bebas nilai.
Pesta yang disebut-sebut berlangsung di wilayah “Gurun Laweh” itu langsung menimbulkan kebingungan publik. Pasalnya, terdapat dua wilayah bernama Gurun Laweh di Kota Padang: satu berada di Kecamatan Nanggalo dan satu lagi di Kecamatan Lubuk Begalung. Hal ini memperumit upaya pelacakan lokasi kejadian oleh aparat dan pihak terkait.
Ketua RW 02 Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, Alrialdi, saat dikonfirmasi awak media menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui secara pasti keberadaan pesta tersebut. “Saya sudah menonton videonya, tapi tidak satu pun wajah yang saya kenal di dalamnya. Dan saya belum bisa memastikan apakah itu terjadi di wilayah kami,” tegasnya.
Hal serupa disampaikan oleh Bhabinsa Gurun Laweh, Serda Samsul. Ia menyatakan bahwa pihaknya hingga kini masih melakukan penelusuran. “Kami belum mengetahui titik lokasi pasti karena Gurun Laweh itu ada dua di Kota Padang. Bisa jadi di luar wilayah kami. Namun kami akan terus mencari informasi lebih lanjut,” ujarnya.
Upaya media untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut dari Camat Nanggalo juga belum membuahkan hasil. Saat dihubungi via Whatshapp Amrizal Rengganis juga belum mengetahui titik lokasi pasti, karena menurut beliau ada 3 wilayah bernama gurun laweh, selain nanggalo, gurun laweh juga ada di lubuk begalung dan juga ada di air pacah koto tangah, tapi beliau sangat menyayangkan perbuatan ini, dan ini merupakan perbuatan yang tercela dan mencoreng nama baik nagari ujar camat.
Sementara itu, reaksi publik terus mengalir. Banyak warganet dan tokoh masyarakat mengecam keras kejadian ini. Mereka menilai bahwa peristiwa tersebut telah mencoreng kehormatan Baralek Gadang, sebuah tradisi besar dalam adat Minangkabau yang selama ini dikenal menjunjung tinggi nilai kesopanan, kehormatan, dan marwah keluarga besar.
“Baralek Gadang itu bukan sekadar pesta. Itu adalah simbol kehormatan keluarga. Ketika dijadikan ajang maksiat seperti ini, maka bukan hanya martabat keluarga yang tercoreng, tapi juga budaya kita secara keseluruhan,” ungkap Dasman Rajo Sati salah satu tokoh adat dari kawasan Nanggalo.
Beberapa pengamat budaya juga angkat bicara. Mereka menilai fenomena ini sebagai bentuk pergeseran moral dan lunturnya pemahaman nilai adat di kalangan generasi muda. Tak sedikit pula yang menuding bahwa semakin longgarnya pengawasan terhadap acara pesta malam di tengah masyarakat menjadi faktor utama mewabahnya fenomena pesta-pesta liar berkedok adat.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui siapa penyelenggara acara, siapa wanita yang ada dalam video, dan di mana tepatnya lokasi pesta tersebut berlangsung. Namun satu hal yang pasti: viralnya video “Menyala Gurun Laweh” telah membuka mata banyak pihak bahwa kesucian adat bisa runtuh hanya karena kelalaian, ketidaktahuan, atau bahkan kesengajaan.
Masyarakat kini menanti tindakan tegas dari aparat dan pemerintah daerah agar peristiwa serupa tidak kembali mencoreng wajah budaya Minangkabau yang selama ini dibanggakan.
( Mat )