Padang, (tanggal) – Kecamatan Nanggalo resmi menggelar Master Of Training (MOT) Pesantren Ramadan 1446 H / 2025 M di Aula Kantor Camat Nanggalo. Acara ini dibuka langsung oleh Camat Nanggalo, Amrizal, S.Sos, Tema pesantren Ramadhan tahun ini adalah “ Membentuk karakter berbasis Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) Dalam mencegah perilaku negatif anak dan remaja.”

“Kami berharap dengan adanya Pesantren Ramadan ini, perilaku negatif seperti tawuran dan balap liar di Kecamatan Nanggalo bisa berkurang. Pemerintah Kecamatan Nanggalo akan bersinergi dengan Kapolsek dan Danramil dalam menjaga keamanan serta kekhusyukan masyarakat dalam beribadah selama Ramadan ini,” ujar Camat Amrizal dalam sambutannya.
Acara ini juga dihadiri oleh seluruh Lurah se-Kecamatan Nanggalo, yang turut memberikan dukungan terhadap program pembinaan karakter generasi muda melalui Pesantren Ramadan. Kehadiran para lurah ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah kecamatan dalam mendukung kegiatan keagamaan dan sosial di wilayahnya.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Kepala KUA Kecamatan Nanggalo, Welhendri, M.Ag, kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh perwakilan Kabag Kesra Kota Padang, Zul Asfi Lubis. Dalam pemaparannya, Zul Asfi Lubis menjelaskan bahwa Pesantren Ramadan telah berjalan selama 21 tahun sejak pertama kali diadakan pada tahun 2004.
“Pesantren Ramadan tahun ini akan dibuka pada tanggal 5 malam dan ditutup serentak pada tanggal 25 malam di seluruh SD hingga SMA se-Kota Padang. Tidak ada ujian tahun ini, karena fokus utama kita adalah bacaan Al-Qur’an. Seluruh masjid dan musholla, baik panitia maupun peserta pesantren, diharapkan dapat khatam Al-Qur’an sebelum akhir Ramadan,” jelasnya.
Pemateri kedua, Dr. Afrizal, menegaskan bahwa tujuan akhir dari Pesantren Ramadan kali ini adalah pembentukan karakter generasi muda yang cerdas dan berakhlak. “Kita ingin menciptakan generasi yang smart, yang memiliki kebiasaan dan karakter sebagai anak Indonesia hebat. Oleh karena itu, pendidikan karakter harus menjadi fokus utama dalam pesantren ini,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan pengurus masjid dan musholla serta para guru TPQ/MDA se-Kecamatan Nanggalo. Seluruh peserta mengikuti kegiatan ini dengan penuh hikmat, berharap agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta membawa dampak positif bagi generasi mendatang.