Padang, Sinyalginews.com,–SMKN 8 Padang berhasil menggelar panen karya proyek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) dengan semarak. Acara yang mengangkat tema kearifan lokal “Menyerak Marapulai serta Bhinneka Tunggal Ika dengan topik “Berbeda Tapi Satu” ini sukses menyajikan beragam hasil karya siswa yang penuh inovasi dan kreativitas.

Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid PSMK Dinas Pendidikan Sumbar, Dr, Ariswan, Pengawas SMKN 8 Padang, Ketua Komita, tamu dati perwakilan sekolah negara Malaysia, Kepala SMK se Kota Padang serta orang tua murid dan siswa-siswi SMKN 8 Padang.
Pada saat kegiatan berlangsung para tamu undangan turut menyaksikan penampilan seni yang menunjukkan kekayaan budaya Minangkabau sekaligus menumbuhkan karakter positif bagi para siswa.
Dalam sambutannya, Kabid PSMK, Dr, Ariswan menegaskan bahwa yang paling berharga dari kegiatan ini bukan hanya hasil akhirnya, tetapi juga proses yang telah dilalui oleh para siswa.
“Pementasan ini adalah hasil, namun yang lebih penting adalah proses. Dalam prosesnya, siswa menyadari bahwa mereka harus bergotong royong, bekerja sama untuk menghasilkan karya. Bagaimana mereka mandiri untuk berlatih tanpa ada paksaan, bagaimana mereka membuat karya yang kreatif. Kegiatan ini menunjukkan bahwa siswa-siswi SMKN 8 Padang adalah generasi yang kreatif,” ungkapnya.

Ia juga berpesan agar siswa tidak cepat berpuas diri dengan pencapaian yang diraih, tetapi tetap menghargai proses yang telah mereka jalani.
“Hasil yang baik didapatkan dengan proses yang luar biasa. Hasil yang luar biasa tidak akan diperoleh dengan proses yang biasa-biasa saja,” tambahnya.
Lebih lanjut Ariswan mengatakan, Panen Karya P5 ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan pelestarian budaya. Dengan kegiatan ini, diharapkan siswa semakin mencintai budaya Nusantara serta memiliki sikap kreatif, mandiri, dan kolaboratif dalam menghadapi masa depan.
Sementara Kepala SMKN 8 Padang, Ita Desnatalia mengungkapkan rasa bangganya atas keberhasilan siswa dalam mewujudkan proyek P5 ini. “Tema kearifan lokal yang kami angkat bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya Minangkabau dan melestarikan warisan leluhur,” ujar Ita. Panen karya P5 kali ini menyajikan beragam kegiatan menarik, seperti:
Permainan tradisional dan makanan khas Minangkabau
1. Siswa menampilkan menyerak marapulai suatu tradisi yang dilakukan sast acara pernikahan di ranah Minang.
2. Peragaan busana: Siswa menampilkan kreasi busana yang terinspirasi dari batik, dan motif khas Minang.
3. Pertunjukan beragam seni tari: Pertunjukan seni tari yang memukau menjadi daya tarik tersendiri dalam acara ini.
4. Pameran hasil karya siswa: Berbagai hasil karya siswa dipamerkan, mulai dari produk kerajinan tangan, karya seni rupa, hingga hasil kerajinan.
Suksesnya acara ini tidak lepas dari semangat tinggi seluruh warga sekolah dalam berkreasi dan berinovasi. Salah seorang siswa, Jihan kelas 11 Busana 1 mengungkapkan, “Saya sangat senang bisa terlibat dalam proyek P5 ini. Saya belajar banyak tentang budaya Minang dan bagaimana cara melestarikannya.” ucap Jihan.
Keberhasilan SMKN 8 Padang dalam menyelenggarakan panen karya P5 ini menginspirasi sekolah lain untuk mengikuti jejaknya. Sebagai bentuk apresiasi, SMKN 8 Padang mengundang sekolah dari negara tetangga Malaysia untuk melakukan study ke SMKN 8 Padang.
Dengan semangat yang tinggi untuk terus berbudaya, SMKN 8 Padang berharap dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain dalam melestarikan kearifan lokal.
(Marlim)