Padang, Sinyalgonewa.com,--Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 6 Padang RDS Deta Mahendra menyatakan, bangsa yang maju adalah bangsa yang tinggi kecakapan literasinya, dan ini harus diasah sejak bangku sekolah.
Pernyataan itu ia sampaikan saat acara Semarak Literasi Ranah Minang yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumbar jalan Sudirman, Minggu (24/8/2025)
Seperti diketahui, sebanyak 43 buku antologi dan buku tunggal karya guru dan siswa SMKN 6 Padang diluncurkan dalam acara “Semarak Literasi Ranah Minang” yang bertajuk “Launching 356 Buku Penulis Penyala Literasi Sumbar”.
Peluncuran buku ini, sekaligus membuktikan bahwa SMK Negeri 6 Padang kembali mengukuhkan posisinya sebagai sekolah literat di kancah nasional.
“Acara ini menjadi bukti nyata semangat literasi yang terus berkobar di lingkungan sekolah ini,” ujar Deta Mahendra, yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina Penyala Literasi Sumbar.
Buku-buku terbaru yang diterbitkan tahun ini mencakup beragam judul menarik, seperti “Menjadi Kepsek yang Dirindukan”, “Menjadi Guru yang Dirindukan”, “Ada Cerita di Ujung Kertas”, “Nawajena Jilid 1 dan 2”, “Samsara”, “Simfoni Dua Jiwa”, dan “Langit Tak Memberi Jawab”. Karya-karya ini tidak hanya menunjukkan kreativitas, tetapi juga kedalaman pemikiran dari para penulis muda maupun senior.
Melalui kesempatan ini Deta Mahendra mengucapkan terimakasih kepada Kadis Pendidikan Provinsi Sumbar yang baru saja dilantik, Habibul Fuadi agar selalu memotivasi sekolah untuk terus maju dan berkembang untuk meningkatkan kemampuan literasi guru dan siswa.
Sementara Ketua Penyala Literasi Sumbar, Eka Teresia, S.Pd., M.M., yang juga merupakan bagian dari SMKN 6 Padang, mengapresiasi dukungan tersebut. Ia menyatakan, “Sehebat apapun karya guru dan siswa, tanpa dukungan kepala sekolah dan seluruh warga, sekolah itu takkan maju.” ucap Eka.
Prestasi SMKN 6 Padang di bidang literasi sudah tidak asing lagi, terbukti dari berbagai penghargaan yang telah diraih, termasuk predikat Sekolah Berprestasi Literasi Nasional, Kepala Sekolah Berprestasi Nasional, dan Guru Berprestasi Tingkat Nasional.
Pencapaian ini menegaskan komitmen sekolah dalam menciptakan generasi yang berwawasan luas dan berdaya saing.
“Dukungan penuh dari kepala sekolah telah menjadi pendorong utama bagi guru dan siswa untuk terus berkarya,” tandasnya.
(Marlim)