Rokan Hilir,Tanah Putih, Sinyalgonews.com,- Berlibur dimusim hujan sepertinya tidak asyik bagi orang –orang berduit, tetapi tidak bagi masyarakat yang berada di seputaran aliran sungai Rokan. Dunia anak-anak adalah dunia bermain dan air adalah salah satu tempat bermain yang paling paforit. Naiknya air sungai Rokan memberikan kenikmatan dan keasyikan tersendiri bagi anak-anak penyuka air tentunya.
Kampung sawah atau tepatnya disebut waduk yang terletak di Kelurahan Sedinginan selalu menjadi tempat berlibur dadakan bagi masyarakat sekitar. Warga Kelurahan Banjar XII Kec. Tanah Putih juga menjadikan tempat ini untuk hot spot memancing. Jika air naik, maka ikan-ikan akan keluar dari ladang sawit yang terendam. Memancing sekaligus membawa anaknya buat mandi di limpahan air sungai Rokan yang menggenangi kebun sawit warga.

Tidak perlu mengeluarkan uang satu rupiahpun sudah bisa menikmati limpahan air sepuasnya. Mau main semburan dengan kawan atau berenang hilir mudik dapat dilakukan sesuka hati. Orang tua cukup mengawasi dari atas bagi anaknya yang masih harus dalam pengawasan. Berenang di kebun sawit yang tergenang air menjadi wahana hiburan yang murah meriah juga gratis tentunya.
Kecerian anak terlihat tanpa rasa takut dan begitu polosnya, air yang berwarna tanah tak diperdulikan yang benting bermain air. Tidak ada kekhawatiran akan sesuatu bagi orang tua yang anaknya mandi di air tergenang di kebun sawit ini. Hati-hati, hanya itu pesan singkat dan dipahami oleh anak dengan gembira. Sederhana sekali. Inilah kemerdekaan sejati buat anak-anak dalam menikmati air tergenang ini.
Orang tua atau omak-omak pun bisa menikmati hiburan dengan melakukan kegiatan memancing. Terlihat di sepanjang aliran parit steking kebun sawit beberapa orang asyik memancing. Hasil yang diperolehpun lumayan, rata-rata mereka bisa membawa ikan kurang lebih 1kg-2 kg. Adapun ikan yang diperoleh adalah jenis ikan kecil seperti Ikan Tundik, anak Baung, Ikan sisik putih, dll. Omak-omak yang tidak mincing dapat membawa ikan dengan membeli langsung ikan kering warga dengan harga miring dari harga pasar tentunya. ( 6 Januari 2024)