Editor: TEUKU HUSAINI
Bukittinggi, Sinyalgonews.com,–Kota Bukittinggi kembali menjadi perhatian para pecinta wisata kuliner. Selain terkenal dengan panorama alam yang indah dan udara sejuk khas pegunungan, daerah ini juga memiliki ragam makanan tradisional yang unik dan menggugah selera. Salah satu kuliner khas yang paling menarik perhatian wisatawan adalah olahan susu kerbau tradisional yang dikenal dengan nama dadiah.
Dadiah merupakan makanan khas masyarakat Minangkabau yang dibuat dari susu kerbau murni yang difermentasi secara alami di dalam ruas bambu selama beberapa hari. Proses tradisional tersebut menghasilkan tekstur lembut menyerupai yoghurt dengan rasa asam yang khas. Kuliner ini telah diwariskan turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya kuliner masyarakat Sumatera Barat.
Di Bukittinggi, dadiah biasanya disajikan bersama ampiang atau emping ketan, gula aren, dan es serut sehingga menghasilkan sensasi segar ketika disantap pada siang hari. Minuman tradisional ini dikenal dengan nama Ampiang Dadiah. Banyak wisatawan mengaku ketagihan karena perpaduan rasa gurih, manis, dan asam yang begitu unik di lidah.
Selain terkenal karena kelezatan rasanya, dadiah juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Kandungan probiotik alami dari proses fermentasi susu kerbau diyakini baik untuk pencernaan dan membantu menjaga kesehatan tubuh. Tidak heran jika kuliner ini masih bertahan di tengah gempuran makanan modern.
Wisata kuliner di Bukittinggi tidak hanya berhenti pada dadiah. Kota yang berada di dataran tinggi Sumatera Barat ini juga memiliki banyak sajian khas lainnya yang menjadi buruan wisatawan. Mulai dari gulai itiak lado mudo, pical khas Minang, hingga aneka olahan santan yang kaya rempah.
Salah satu kuliner lain yang cukup populer adalah Kalikih Santan, yaitu olahan pepaya muda dengan kuah santan gurih yang biasa disajikan sebagai pencuci mulut ataupun makanan ringan. Perpaduan rasa manis pepaya dan gurih santan menciptakan cita rasa khas Minangkabau yang sulit ditemukan di daerah lain.
Tidak hanya makanan tradisional, perkembangan wisata kuliner di Bukittinggi juga melahirkan banyak kedai kopi dan tempat makan modern yang tetap mempertahankan cita rasa lokal. Para pelaku usaha kuliner memadukan resep tradisional dengan konsep kekinian agar mampu menarik minat generasi muda dan wisatawan luar daerah.
Kuliner khas Bukittinggi menjadi bukti bahwa kekayaan budaya Minangkabau tidak hanya terlihat dari adat dan tradisi, tetapi juga dari ragam makanan yang diwariskan dari generasi ke generasi. Olahan susu kerbau seperti dadiah menjadi simbol bagaimana masyarakat lokal mampu mengolah bahan sederhana menjadi makanan bernilai tinggi dan dikenal luas hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Bagi wisatawan yang berkunjung ke Bukittinggi, menikmati sajian dadiah dan kuliner khas lainnya tentu menjadi pengalaman yang tidak boleh dilewatkan. Selain memanjakan lidah, wisata kuliner ini juga memberikan kesempatan untuk mengenal lebih dekat budaya dan kehidupan masyarakat Minangkabau yang kaya akan tradisi.