Padang, Sinyalgonews.com,–Setiap tanggal 1 Juni, bangsa ini merayakan Hari Susu Nusantara—sebuah momentum yang semestinya menjadi pengingat kolektif: sudah seberapa mandiri kita dalam memenuhi kebutuhan susu dalam negeri?
Sayangnya, realitas di lapangan masih jauh dari harapan. Peternak sapi perah di berbagai daerah masih harus berjibaku dengan tingginya ongkos pakan, turunnya harga jual susu segar, dan minimnya dukungan sistemik dari hulu ke hilir. Padahal, di tengah isu gizi anak dan target penurunan angka stunting, keberadaan susu lokal seharusnya menjadi prioritas nasional, bukan hanya pelengkap di rak-rak toko.
Dalam ekosistem peternakan sapi perah, pakan bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi utama. Sekitar 60–70 persen total biaya operasional berasal dari pengadaan pakan. Maka, tak berlebihan bila dikatakan bahwa kunci kemandirian susu terletak di palungan ternak.
Menggali Potensi Pakan Nusantara
Indonesia sejatinya kaya akan bahan pakan lokal dengan potensi luar biasa. Dari ladang, sawah, hingga kolam, tersedia beragam sumber pakan alternatif yang sering luput dari perhatian.
Sebut saja Indigofera zollingeriana—leguminosa lokal yang mengandung protein kasar tinggi, mencapai 30 persen. Tanaman ini mudah tumbuh di lahan marginal dan disukai ternak. Lalu ada Azolla pinnata, tumbuhan air kaya protein yang dapat dijadikan pakan tambahan, terutama saat ketersediaan hijauan menurun.
Tak berhenti di situ. Limbah agroindustri seperti ampas tahu, ampas kelapa, dan bungkil inti sawit juga bisa diolah menjadi konsentrat berkualitas. Bahkan jerami padi dan tongkol jagung, yang biasanya dibakar atau dibuang, bisa difermentasi menjadi silase berkualitas tinggi.
Pemanfaatan sumber daya lokal ini tak hanya memangkas biaya, tetapi juga memperkuat ketahanan pakan secara berkelanjutan. Sayangnya, belum semua peternak memiliki pengetahuan dan fasilitas untuk mengolah bahan-bahan tersebut secara optimal.
Dari Ransum ke Rasa Susu
Jenis dan komposisi pakan memengaruhi langsung kualitas susu yang dihasilkan—baik dari segi volume, kadar lemak, hingga kandungan proteinnya. Ransum yang kaya serat dari hijauan berkualitas mampu meningkatkan kadar lemak susu, sementara keseimbangan asam amino dari konsentrat dapat mendongkrak kandungan protein.
Riset oleh Sari et al. (2022) mengungkapkan bahwa penambahan Indigofera sebesar 20% dalam ransum sapi perah mampu meningkatkan produksi susu hingga 1,2 liter per ekor per hari, serta meningkatkan kadar protein sebesar 0,3%. Studi lain menunjukkan bahwa penggunaan pakan fermentasi dari limbah pertanian dapat menekan ongkos pakan hingga 20% dan meningkatkan efisiensi konsumsi nutrien sebesar 15%.
Artinya, perbaikan kualitas pakan berbanding lurus dengan peningkatan kualitas susu dan pendapatan peternak.
Tantangan Struktural di Tengah Peluang Besar
Namun, jalan menuju kemandirian pakan tidak sepenuhnya mulus. Ketergantungan pada pakan komersial masih tinggi, terutama di kalangan peternak rakyat. Di sisi lain, fluktuasi ketersediaan bahan baku akibat musim, minimnya fasilitas pengolahan pakan, serta rendahnya literasi nutrisi ternak menjadi tantangan nyata.
Lebih menyedihkan lagi, kebijakan pemerintah belum sepenuhnya menyentuh akar persoalan. Kampanye minum susu kerap digalakkan, tetapi dukungan konkret terhadap produsen susu lokal justru kerap tertinggal. Jika ingin memperkuat ketahanan gizi bangsa, maka penguatan pakan lokal harus dijadikan prioritas dalam kebijakan pangan nasional.
Penutup: Dari Palungan ke Piring Rakyat
Hari Susu Nusantara tak boleh hanya menjadi seremoni tahunan yang berlalu tanpa jejak. Ia harus menjadi tonggak refleksi: bahwa memperbaiki pakan ternak berarti memperbaiki gizi anak bangsa.
Investasi pada bahan pakan lokal bukan sekadar urusan teknis peternakan, tetapi investasi strategis jangka panjang bagi ketahanan pangan nasional. Dari palungan yang sederhana, bisa tumbuh kekuatan besar untuk menegakkan kemandirian susu Nusantara.
Mari kita bangun kesadaran kolektif: susu yang bergizi bermula dari rumput yang bermakna.
Penulis adalah Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Andalas Padang