Solok, Sinyalgonews.com,–Pemerintah Kabupaten Solok, Sumatera Barat, mengambil langkah serius dalam upaya mempercepat pelebaran jalan nasional di kawasan Jembatan Kutianyie, Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin. Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan tim percepatan pembebasan lahan guna mendukung pembangunan infrastruktur jalan yang selama ini dinilai rawan kecelakaan dan membahayakan keselamatan masyarakat.
Pembentukan tim ini dilakukan setelah Pemerintah Kabupaten Solok menggelar rapat koordinasi bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Pemerintah daerah menilai persoalan penyempitan jalan di kawasan tersebut harus segera diselesaikan karena jalur itu merupakan akses penting yang menghubungkan berbagai wilayah di Sumatera Barat.
Wakil Bupati Solok, Candra, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk keseriusan pemerintah daerah dalam membantu Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menyelesaikan persoalan yang telah berlangsung cukup lama. Menurutnya, keberadaan jalan yang sempit di kawasan tikungan tajam Jembatan Kutianyie menjadi salah satu penyebab sering terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Ia menjelaskan bahwa pembebasan lahan tidak dapat dilakukan secara tergesa-gesa karena menyangkut penggunaan anggaran negara yang harus mengikuti prosedur serta regulasi yang berlaku. Oleh sebab itu, tim yang telah dibentuk kini mulai melakukan kajian teknis dan berkonsultasi dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) guna menentukan nilai ganti rugi lahan masyarakat secara objektif dan sesuai aturan hukum.
Pemerintah Kabupaten Solok menegaskan bahwa secara kewenangan, ruas jalan tersebut memang berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat melalui Balai Jalan Nasional karena statusnya merupakan jalan nasional. Meski demikian, pemerintah daerah tetap turun tangan demi mempercepat penyelesaian masalah yang berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, Dinas Perhubungan Kabupaten Solok juga telah mengambil langkah cepat sementara. Tim teknis Dishub diturunkan untuk memasang lampu penerangan jalan serta road barrier di sekitar tikungan dan area jembatan guna mengurangi risiko kecelakaan, khususnya pada malam hari.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Solok, Muhammad Djoni, mengatakan pemasangan fasilitas keselamatan jalan tersebut merupakan tindakan darurat sebelum pelebaran jalan dapat direalisasikan sepenuhnya. Selain itu, pihaknya juga akan mengevaluasi kebutuhan rambu-rambu tambahan serta penguatan sistem keselamatan jalan di kawasan tersebut.
Kawasan Jembatan Kutianyie sendiri selama ini dikenal masyarakat sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di Kabupaten Solok. Kondisi tikungan tajam ditambah penyempitan badan jalan membuat pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas. Sejumlah kecelakaan lalu lintas dilaporkan pernah terjadi di lokasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir.
Bahkan, perhatian publik semakin meningkat setelah adanya kecelakaan tunggal yang dialami Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, di kawasan tersebut beberapa waktu lalu. Insiden itu menjadi alarm penting bahwa penanganan infrastruktur jalan di daerah tersebut tidak bisa lagi ditunda.
Langkah percepatan pembebasan lahan ini juga dinilai menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Solok dalam mendukung pembangunan infrastruktur strategis di Sumatera Barat. Sebelumnya, Pemkab Solok juga aktif mendorong pembangunan sejumlah ruas jalan nasional lainnya, termasuk jalur alternatif yang menghubungkan Padang, Kabupaten Solok, hingga Solok Selatan.
Pembangunan dan pelebaran jalan nasional memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar arus transportasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Infrastruktur jalan yang baik juga dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.
Masyarakat diharapkan dapat mendukung proses pembebasan lahan yang sedang dilakukan pemerintah agar pembangunan pelebaran jalan nasional di kawasan Surian dapat segera terealisasi. Dengan adanya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah provinsi, BPJN, dan masyarakat, diharapkan persoalan jalan rawan kecelakaan di Jembatan Kutianyie dapat segera teratasi demi keselamatan bersama.
Editor: TEUKU HUSAINI