Sijunjung, Sinyalgonews.com,— Wakil Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Mingkabau (LKAAM) Sumbar Epi Radisman SH Dt Paduko Alam mengatakan fenomena tambang emas yang terjadi di Kabupaten Sijunjung tidak terlepas dari rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah ini.
Menurut dia, saat ini IPM kabupaten Sijunjung menduduki peringkat ke 12 dari 19 kabupaten dan kota di Sumbar. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan mendapat lapangan kerja.
Ditengah sulitnya lapangan pekerjaan ini, menurut ninik mamak asal Sumpurkudus Kabupaten Sijunjung ini maka masyarakat mencari jalan (usaha) nya sendiri.

“Ada petuah tua yang mengatakan kok ndak ado lai yang ka dimakan maka mangadulah ke bumi Allah,” jelas Epi Radisman.
Makna yang terkandung dalam petuah ini lanjutnya adalah ado jan dimakan, kalau ndak ado baru dimakan yang berarti berhemat. Dengan sulitnya lapangan pekerjaan maka ikhtiar lain terpaksa dilakukan meski setiap pekerjaan mengandung resiko.
“Jadi kita harapkan jangan saling menyalahkan dengan resiko (kecelakaan tambang, red) karena itu pilihan bagi pekerja di tengah sulitnya lapangan kerja,” katanya lagi.
Bisa dilihat, dari 9 korban laka (kecekaan) tambang yang baru terjadi yang berusia 40 tahun hanya satu orang, sisanya usia produktif.
Seperti diketahui sebelumnya, bahaya (resiko) tambang emas ini sudah sering disosialisasikan pemerintah setempat bersama Polres Sijunjung.
Namun, ditengah sulitnya lapangan pekerjaan masyarakat tetap melakukan aktifitas yang penuh resiko tersebut.
Bekas lokasi tambang pun direklamasi untuk menghindari bahaya yang akan datang mengancam.
Ibarat kata, habis makan piring harap dicuci kembali seperti yang terjadi di Limo Koto Kecamatan Tanjung Ampalu. Bekas tambang bisa dimanfaatkan kembali menjadi areal persawahan.
Kasi Humas Polres Sijunjung AKP Irwandoni tak menampik kondisi yang terjadi di daerah ini. Menurut dia Polri dalam hal ini selalu mengedepankan Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas).
“Saya baru disini, berbagai upaya sudah sering dilakukan. Tapi Harkamtibmas tetap yang utama,” pungkas Kasi ramah senyum ini. (db)