Sinyalgonews.com,- Inoki Ulma Tiara/ Pendiri NasDem Tanah Datar
Pemilihan legislatif dan presiden telah berlalu 14 Februari 2024 dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasilnya. Di tahun yang sama pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak akan dilaksanakan pada tanggal 27 November 2024. Tahapan Pilkada 2024 tertuang dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 2 Tahun 2024 tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, serta Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2024. Salah satu isinya mengatur tentang perencanaan dan program, yang sudah dimulai dari tanggal 26 Februari 2024.
Tahapan dan aroma Pilkada sudah terasa, khususnya di Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat dengan munculnya bakal calon bupati/wakil bupati. Mulai dari Eka Putra (Bupati Tanah Datar/Wakil Bendahara Umum DPP Demokrat), Richi Aprian (Wakil Bupati Tanah Datar/Ketua DPD NasDem Tanah Datar), Surya Tri Harto (petinggi Pertamina), Musfi Yendra (Ketua Informasi Publik Sumatera Barat), Indra Gunalan (ketua DPC PKB Tanah Datar), Roni Mulyadi Dt Bungsu (ketua DPRD Tanah Datar/Ketua DPC Gerindra Tanah Datar), Anton Yondra (Wakil Ketua DPRD/ Ketua DPD Golkar Tanah Datar), Suherman (Pengusaha dan Mantan Caleg DPR RI), dan dibukanya penjaringan calon atau kandidat kepala daerah oleh DPC Gerindra Tanah Datar.
Banyaknya bakal calon kepala daerah yang muncul, namun awalnya cenderung hanya dua bakal calon yang menjadi perdebatan utama, mulai dari media sosial, carito lapau, carito di surau, dan di tampek bagurau yaitu Eka Putra dan Richi Aprian.
Disela perdebatan utama tersebut muncul Haji Suherman sebagai bakal calon bupati Tanah Datar yang merubah peta politik serta menimbulkan turbulensi tersendiri bagi partai NasDem Kabupaten Tanah Datar. Ketika turbulensi dihubungkan dengan sosial atau turbulensi sosial (I 2012); yaitu: “semacam pergerakan sosial yang tidak beraturan dan acak, ditandai oleh wacana politik yang berkembang tanpa arah”. Arah politik harus memilih salah satu antara Richi Aprian atau H. Suherman. Sebelum menentukan pilihan, Nasdem akan menyeleksi dengan baik dan teliti Richi Aprian dan H. Suherman secara politik elektoral.
Richi Aprian sebagai bakal calon bupati NasDem telah jauh jauh hari baik secara formal dan non formal telah menyatakan diri maju menjadi bupati Tanah Datar dari partai Nasdem. Salah satu bukti, kalender Richi Aprian SH, MH bertuliskan calon bupati Tanah Datar dari partai NasDem telah beredar di masyarakat luas.
Secara pengalaman politik, Richi awalnya akan dipasangkan dengan almarhum Irdinansyah Tarmizi untuk pilkada April 2020 sebagai calon wakil bupati. Namun Irdinansyah mengundurkan diri hari Kamis, tanggal 30 April tahun 2020 di Indo Jolito karena sakit. Richi bersosialisasi dari Oktober 2019 sampai April 2020.
Waktu itu dunia termasuk Indonesia sedang mengalami musibah virus corona maka Pilkada diundur menjadi tanggal 9 Desembar 2020. Untuk Pilkada 9 Desember 2020 Richi melanjutkan perjuangan politik dengan berpasangan bersama Eka Putra ,dengan posisi tetap sebagai calon wakil bupati. Pasangan ini memenangkan kompetisi dan dilantik pada tanggal 26 Februari 2021. Setelah dilantik lalu menjabat sebagai wakil bupati, tidak terlihat kontribusi nyata Richi di Pemerintah Tanah Datar, dengan berbagai latar belakang alasan.
Berkarir di partai politik, Richi pernah menjabat sebagai bendahara DPC Gerindra Tanah Datar, lalu berubah haluan menjadi ketua DPD Partai Nasdem Tanah Datar. Sayangnya, sebagai bendahara peran Richi Aprian tidak menonjol. Namun selanjutnya, menjabat sebagai ketua NasDem, kedatangan Richi di NasDem seperti angin segar bagi kemenangan NasDem di Tanah Datar. Dengan target baru NasDem sebagai ketua DPRD Tanah Datar dengan perolehan enam atau tujuh kursi. Lantas, angin segar ini berubah menjadi angin-anginan, karena kegagalan Richi mencapai target tersebut. Setelah itu beredar isu mosi tidak percaya terhadap Richi dari pengurus DPD dan Caleg NasDem Tanah Datar.
Sedangkan Haji Suherman, sebelumnya adalah Caleg DPR RI 2019 dari PKB dan Caleg DPR RI dari partai NasDem 2024. Beliau memperoleh suara yang signifikan di Kabupaten Tanah Datar sebagai basis utama pergerakan politiknya. Walaupun kalah sebagai Caleg DPR RI, H. Suherman mampu menanamkan persepsi sebagai petarung politik dengan modal ekonomi yang tangguh sebagai seorang pengusaha sukses.
Turbulensi politik akan stabil serta terarah ketika DPP NasDem mengambil kebijakan masalah pencalonan bupati. NasDem, dalam penunjukan kepala daerah berdasarkan mandat Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan kader Nasdem, harus menerima keputusan tersebut. Sepertinya, akhir turbulensi politik NasDem akan mengarah kepada Haji Suherman. Dengan alasan satu, secara emosional dan jaringan H. Suherman punya jaringan yang kuat di DPP NasDem, kedekatan emosional yang akrab dengan orang-orang kepercayaan Ketua Umum NasDem Surya Paloh. Kedua, kader Nasdem Tanah Datar lebih meyakini H. Suherman untuk menjadi calon bupati Tanah Datar.
Pemenang dalam politik tidak bisa dikira dari awalnya atau yang tersenyum sepanjang perjalanan , karena pemenang adalah yang tertawa bahagia di akhir pertarungan. Seperti Richi Aprian yang terlebih dahulu menjadi ketua DPD Nasdem Tanah Datar dan menyatakan diri sebagai calon bupati Tanah Datar dari Partai Nasdem. Sepertinya di penghujung jalan, Haji Suhermanlah sang peraih mandat menjadi calon bupati Tanah Datar dari partai Nasdem melenggang menuju KPU Tanah Datar.
Referensi
I, Wayan Bodi Utama. 2012. “Turbulensi Sosial Dan Membangun Modal Sosial.” Jurnal Ilmu Pendidikan Agama Dan Seni 2(1):63–87.