SUMATERA BARAT , Sinyalgonews.com— Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pungutan liar (pungli) terhadap rombongan bus mahasiswa viral di media sosial dan memancing kemarahan publik. Kejadian itu disebut terjadi di kawasan wisata Lembah Anai, jalur utama Padang–Padang Panjang yang selama ini menjadi ikon wisata Sumatera Barat.
Dalam video yang beredar luas, tampak seorang pria menghentikan bus rombongan mahasiswa dan meminta sejumlah uang yang disebut sebagai “uang portal”. Nominal yang diminta pun tak tanggung-tanggung. Awalnya pria tersebut meminta Rp500 ribu untuk setiap bus.
Suasana dalam video terlihat tegang ketika para mahasiswa mempertanyakan dasar pungutan tersebut. Setelah terjadi negosiasi cukup alot, jumlah uang yang diminta akhirnya disebut turun menjadi Rp450 ribu per bus.
Namun yang paling menyita perhatian publik adalah ketika salah seorang mahasiswi meminta nota atau bukti pembayaran resmi. Permintaan itu justru dijawab dengan alasan bahwa nota tidak tersedia. Jawaban tersebut langsung memicu dugaan kuat adanya pungutan tidak resmi.
“Kalau resmi kenapa tidak ada nota?” terdengar pertanyaan dalam video yang kini ramai dibagikan di berbagai platform media sosial.
Menurut keterangan pemilik video, bus yang dihentikan merupakan rombongan mahasiswa Universitas Andalas (Unand). Disebutkan ada empat unit bus dalam rombongan tersebut.
“Bus kami kena palak orang di Padang Panjang tadi kak, dia berhentiin bus dan diminta duit Rp450 ribu per bus,” tulis pengunggah video.
Kata “dipalak” yang digunakan pengunggah sontak memicu gelombang reaksi dari masyarakat. Banyak yang mengaku kecewa dan geram karena praktik semacam ini dinilai terus berulang dan merusak citra daerah wisata Sumatera Barat.
Publik Tunggu Klarifikasi dan Permintaan Maaf
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait video viral tersebut. Identitas pria yang melakukan penghentian bus juga belum diketahui secara pasti.
Sementara itu, publik kini menunggu klarifikasi terbuka dari pihak terkait. Banyak yang berharap ada penjelasan resmi agar persoalan ini tidak berkembang menjadi bola liar yang semakin mencoreng nama baik daerah.
Desakan permintaan maaf pun mulai bermunculan di media sosial. Netizen menilai kejadian ini tidak hanya merugikan mahasiswa yang menjadi korban, tetapi juga mempermalukan citra Sumatera Barat sebagai daerah tujuan wisata dan daerah pendidikan.
“Mahasiswa datang membawa nama kampus besar, malah dapat pengalaman buruk seperti ini,” tulis seorang pengguna media sosial.
Video tersebut diketahui berasal dari dua sumber berbeda. Dalam video asli, wajah pria yang meminta uang tampak diblur. Namun dalam penyebarannya, bagian blur disebut diperjelas kembali agar sosok pelaku lebih mudah dikenali publik.
Kini masyarakat menanti langkah cepat pemerintah daerah, aparat kepolisian, hingga pengelola kawasan wisata untuk mengusut kejadian tersebut secara transparan.
Sebab jika dugaan pungli di jalur wisata terus dibiarkan, bukan tidak mungkin kepercayaan wisatawan terhadap Sumatera Barat perlahan akan terkikis.
Dan pertanyaan publik pun kini menggema:
“Kapan wisata Sumbar bisa benar-benar maju jika pungli masih terus menghantui?”
( Mat )