Padang, Sinyalgonews.com,–Publik dibuat geleng kepala. Sebuah dugaan praktik tidak pantas mencuat dari Dapur SPPG Bantarjaya 03 yang disebut-sebut melakukan pencucian ayam di area masjid. Peristiwa ini langsung menuai kecaman keras dari masyarakat, karena dinilai tidak hanya melanggar standar kebersihan, tetapi juga mencederai kesucian tempat ibadah.
Informasi yang beredar menyebutkan, aktivitas pencucian bahan makanan mentah seperti ayam dilakukan di fasilitas masjid yang sejatinya diperuntukkan bagi ibadah umat. Jika benar terjadi, hal ini jelas merupakan bentuk kelalaian serius, bahkan bisa dikategorikan sebagai tindakan yang tidak menghormati norma agama dan sosial.
Sejumlah warga menyampaikan kekecewaannya. Mereka menilai pengelola dapur seharusnya memahami batasan antara fasilitas umum dan tempat ibadah.
“Ini bukan soal sepele. Masjid itu tempat suci, bukan dapur atau tempat pengolahan bahan makanan mentah,” ujar salah satu warga dengan nada geram.
Dari sisi kesehatan, praktik ini juga berpotensi menimbulkan risiko kontaminasi. Ayam mentah diketahui rentan membawa bakteri berbahaya seperti salmonella. Jika proses pencucian dilakukan di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa standar sanitasi yang ketat, maka ancaman penyebaran penyakit menjadi sangat nyata.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola Dapur SPPG Bantarjaya 03. Namun desakan agar dilakukan investigasi terbuka semakin menguat. Masyarakat meminta dinas terkait turun tangan, melakukan pemeriksaan menyeluruh, dan memberikan sanksi tegas jika pelanggaran terbukti.
Kasus ini menjadi cerminan lemahnya pengawasan dan minimnya kesadaran terhadap etika publik. Pengelolaan dapur, apalagi yang berkaitan dengan konsumsi masyarakat luas, seharusnya mengikuti standar operasional yang jelas dan tidak sembarangan memanfaatkan fasilitas umum.
Lebih jauh, tokoh masyarakat mengingatkan bahwa kejadian seperti ini tidak boleh dianggap sepele atau dibiarkan berlalu begitu saja. “Kalau dibiarkan, ini jadi preseden buruk. Besok-besok bisa lebih parah lagi,” tegasnya.
Sinyalgonews.com menilai, transparansi dan tanggung jawab adalah kunci. Publik berhak tahu kebenaran, dan pihak terkait wajib menjelaskan secara terbuka. Jangan sampai kepercayaan masyarakat runtuh hanya karena kelalaian yang seharusnya bisa dihindari.
Editor: TEUKU HUSAINI