PADANG, Sinyalgonews.com — Pascabanjir bandang yang melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, penderitaan warga belum sepenuhnya usai. Di Komplek Kodam bagian belakang, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, air masih menggenang, lumpur belum sepenuhnya surut, dan kebutuhan paling mendasar warga—air bersih—menjadi persoalan serius yang hingga kini belum sepenuhnya teratasi.

Menjawab kondisi tersebut, Yayasan Darel Iman turun langsung ke lapangan dengan menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak. Program kemanusiaan ini diberi nama “Penyaluran Air Bersih dari Donatur Darel Iman dan Pemirsa Surau TV”, sebagai simbol kepedulian bersama antara yayasan, para donatur, serta pemirsa Surau TV terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
Sejak banjir bandang melanda kawasan tersebut, pasokan air PDAM terhenti total. Pipa dan instalasi air bersih tidak berfungsi, sementara sumur-sumur warga tercemar lumpur dan material banjir. Kondisi ini membuat masyarakat kesulitan memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan ibadah.

Kehadiran Yayasan Darel Iman membawa secercah harapan. Bantuan air bersih yang disalurkan dimanfaatkan langsung oleh warga untuk kebutuhan paling mendesak, terutama bagi keluarga yang rumahnya terdampak cukup parah akibat terjangan banjir bandang.
Salah seorang warga Komplek Kodam, Andi, yang rumahnya ikut terdampak, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kepedulian para donatur.
“Kami benar-benar sangat terbantu. Terima kasih kepada Pak Wegi yang mewakili para donatur Yayasan Darel Iman dan pemirsa Surau TV. Bantuan air bersih ini sangat kami butuhkan, karena sejak banjir bandang, air PDAM di tempat kami mati total,” ujar Andi.
Namun demikian, Andi menegaskan bahwa persoalan yang dihadapi warga belum sepenuhnya selesai. Hingga kini, genangan air masih bertahan di kawasan mereka akibat tersumbatnya aliran sungai pembuangan oleh material kayu dan pasir yang terbawa dari hulu Sungai Batang Kuranji.
Ia menjelaskan bahwa warga sebenarnya telah berupaya mengajukan permohonan bantuan ke berbagai pihak pemerintahan, namun hingga saat ini alat berat yang dibutuhkan belum juga terealisasi.
“Kami sudah berupaya meminta bantuan ke pihak pemerintahan, mulai dari kelurahan hingga kecamatan, namun sampai hari ini alat berat belum juga sampai ke lokasi,” ungkap Andi.
Lebih lanjut, Andi juga menyampaikan bahwa Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat telah menunjukkan kepedulian dengan melakukan berbagai upaya maksimal untuk menghubungi pihak-pihak terkait guna mendatangkan alat berat ke lokasi terdampak.
“Babinsa bersama Bhabinkamtibmas sudah berupaya maksimal menghubungi pihak terkait agar alat berat bisa didatangkan ke sini, tapi sampai sekarang juga belum terealisasi,” tambahnya.
Sungai pembuangan yang tersumbat tersebut merupakan jalur air panjang yang mengalir dari kawasan Akper Siteba, melewati Teknologi, dan bermuara di wilayah Komplek Kodam yang berada di pinggiran Sungai Batang Kuranji. Ketika aliran air ini tidak berfungsi, maka genangan air sulit surut dan berpotensi menimbulkan dampak lanjutan bagi pemukiman warga.
Kondisi ini membuat sebagian warga belum berani kembali menempati rumah mereka karena khawatir terjadinya banjir susulan, penyakit akibat genangan, serta ancaman keselamatan lainnya.
Warga pun berharap adanya langkah cepat dan konkret dari pihak terkait, terutama dalam penyediaan alat berat untuk normalisasi sungai, agar aliran air kembali lancar dan kehidupan masyarakat bisa pulih secara bertahap.
Di tengah kondisi tersebut, kehadiran Yayasan Darel Iman melalui program bantuan air bersih menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih terus menyala. Sinergi antara lembaga sosial, donatur, aparat kewilayahan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mempercepat pemulihan pascabanjir bandang.
Aksi kemanusiaan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada penyaluran air bersih, tetapi juga mampu menggugah perhatian berbagai pihak untuk bersama-sama mengambil langkah nyata, sehingga warga Komplek Kodam Surau Gadang dapat kembali menempati rumah mereka dengan aman, layak, dan bermartabat.
( Mat )