Padang,Sinyalgonews.com –Bencana banjir bandang dan longsor dahsyat yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara terus menelan korban dalam jumlah besar. Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa sore mencatat 712 orang meninggal dunia dan 507 orang masih dinyatakan hilang.

Selain itu, 2.564 warga mengalami luka-luka, sementara jumlah masyarakat terdampak mencapai 3,3 juta jiwa. Dari total tersebut, sekitar 1,1 juta orang terpaksa mengungsi ke berbagai titik penampungan.
Korban per Provinsi
Aceh: 218 meninggal, 227 hilang
Sumatera Barat: 193 meninggal, 117 hilang
Sumatera Utara: 301 meninggal, 163 hilang
Kerusakan infrastruktur juga sangat parah: 3.600 rumah rusak berat, lebih dari 5.800 rumah rusak sedang–ringan, 323 fasilitas pendidikan rusak, serta 299 jembatan putus atau lumpuh.
Akses Terputus, Evakuasi Sangat Sulit
BNPB menyebut banyak daerah yang masih tidak bisa dijangkau karena jalan terputus, jembatan runtuh, dan rumah warga tertimbun material longsoran. Kondisi ini memaksa tim SAR mengerahkan kekuatan penuh dari darat, laut, hingga udara.
Operasi penyelamatan ini disebut sebagai operasi SAR terbesar di Sumatra tahun ini, melibatkan ribuan personel dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, relawan, dan unsur masyarakat.
Seruan Kemanusiaan
Prioritas saat ini adalah:
pembukaan akses ke lokasi terisolasi,
pencarian korban hilang,
pemulihan jaringan listrik & air bersih,
distribusi bantuan kemanusiaan,
dukungan psikososial bagi para pengungsi.
Tragedi ini menjadi salah satu bencana paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir di Sumatra. Publik diharapkan terus memberikan perhatian dan dukungan untuk membantu percepatan penanganan korban.
( Teuku Husaini )