Paninggahan, Sinyalgonews.com,–Musibah banjir dan tanah longsor yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera Barat, membuat para perantau Minang yang berada di luar negeri merasa terpanggil untuk memberikan bantuan guna meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah tersebut. Seperti perantau yang tergabung dalam Mandeh Minang Mancanegara (Tigo-M), kembali menyerahkan bantuan bagi korban banjir di Nagari Paninggahan Kabupaten Solok.

“Ini merupakan bantuan trip ke-2 setelah sebelumnya pada hari Jumat (12/12/2025) kita menyerahkan bantuan untuk saudara-saudara kita Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan” ucap Ketua Tigo-M Bunda Nurbaini McKosky, kepada Sinyalgonews.com, Jumat (26/12/2025).
Perjalanan menuju lokasi tidaklah mudah. Menghadang bahaya serta kemacetan Sitinjau Lauik. “Perjalanan yang biasanya ditempuh dalam 2 jam, harus kami tempuh 6 jam karena terjadi kemacetan parah di jalur Sitinjau Lauik” ucap Bunda Nurbaini McKosky.
Berangkat pagi dari Padang, sore jam 4 baru sampai di lokasi Paninggahan. Sedih, perih bercampur haru menyaksikan nagari Paninggahan yang semula adalah hamparan persawahan dan rumah-rumah, sekarang disulap menjadi hamparan batu yang di tengahnya mengalir sungai kecil.

Namun segala duka perjalanan kesana serasa terobati menyaksikan masyarakat Paninggahan yang telah berkumpul menunggu kedatangan TIGO-M.
Perjalanan penyerahan bantuan ini dipandu oleh pemandu dari Yayasan Taratak Nan Tuo (TNT), yaitu Bung Yonnik dan Bung Popon yang bekerja sama dengan ibuk Marnis Susanti yang juga sebagai Koordinator Posko /Dapur Umum di dusun Cacang-Batua Nagari Paninggahan),
Kunjungan TIGO-M ke Paninggahan juga menyampaikan amanah dari group ABK (Arisan Bundo Kanduang) USA berupa paket Sembako (Beras, minyak makan, sardencis, gula dan kopi.)
TIGO-M juga membawakan amanah Keluarga besar Yoppy bin Asmar Lelo Sutan dan Maifriadin Kustiana binti Marah Thamrin.
Keluarga besar ini memberikan 2 karung pakaian layak pakai dg 3 botol Habatussaudah di dalamnya.
Disamping semua itu dari TIGO-M adalah 66 envelop berisi cash @ Rp 50.000/envelope.
Semua bantuan ini langsung dibagi-bagikan TIGO-M pada masyarakat nagari Paninggahan yang telah menunggu.
“Alhamdulillah dengan perasaan puas rombongan TIGO-M meninggalkan nagari Paninggahan sebelum Azan Magrib. Dengan kemacetan menuruni Sitinjau Lauik, akhirnya kami sampai di Padang pada jam 10 malam. Alhamdulillah” akhir Bunda Nurbaini McKosky
(Marlim)