PADANG, Sinyalgonews.com,--Aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di sejumlah wilayah Sumatera Barat kini menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersatu dan memperkuat langkah dalam menghentikan praktik tambang ilegal yang dinilai semakin masif serta mengancam keselamatan masyarakat.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Mahyeldi saat memimpin Focus Group Discussion (FGD) bersama Forkopimda Sumbar di Istana Gubernur pada Selasa (19/5/2026). Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyoroti dampak serius dari aktivitas PETI yang tidak hanya merusak lingkungan hidup, namun juga menyebabkan korban jiwa serta kerusakan ekosistem di berbagai daerah.
Menurut Mahyeldi, persoalan PETI tidak bisa lagi dianggap sebagai masalah biasa karena aktivitas ilegal tersebut telah berkembang dan melibatkan banyak pihak. Kerusakan hutan, pencemaran sungai, longsor, hingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat menjadi dampak nyata yang harus segera dihentikan secara bersama-sama.
Gubernur menilai bahwa penanganan PETI membutuhkan sinergi seluruh unsur pemerintah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, hingga pemerintah kabupaten dan kota. Jika tidak ada langkah tegas dan terpadu, maka kerusakan lingkungan di Sumbar akan semakin parah dan meninggalkan dampak jangka panjang bagi generasi mendatang.
Dalam forum itu, Mahyeldi juga meminta aparat penegak hukum untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung langkah-langkah hukum demi menyelamatkan lingkungan serta melindungi masyarakat dari ancaman bencana akibat eksploitasi tambang ilegal.
Praktik PETI sendiri selama ini menjadi persoalan yang sulit diberantas karena dilakukan secara berpindah-pindah dan melibatkan jaringan tertentu. Beberapa daerah di Sumatera Barat disebut menjadi lokasi maraknya aktivitas tambang emas ilegal yang menggunakan alat berat maupun metode tradisional tanpa memperhatikan keselamatan kerja dan dampak lingkungan.
Selain menyebabkan kerusakan alam, aktivitas PETI juga berdampak terhadap kualitas air sungai yang digunakan masyarakat sehari-hari. Limbah tambang dan penggunaan bahan kimia berbahaya berpotensi mencemari lingkungan serta mengganggu kesehatan warga sekitar.
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menilai bahwa upaya penyelamatan lingkungan harus menjadi tanggung jawab bersama. Oleh sebab itu, pendekatan penegakan hukum harus dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya PETI terhadap kehidupan sosial dan lingkungan.
Mahyeldi juga mengingatkan bahwa bencana alam seperti banjir dan longsor yang terjadi di sejumlah daerah tidak bisa dilepaskan dari kerusakan lingkungan akibat aktivitas manusia, termasuk pembukaan lahan dan pertambangan ilegal. Karena itu, ia berharap semua pihak tidak lagi memberikan ruang terhadap praktik tambang tanpa izin.
Forum diskusi bersama Forkopimda tersebut diharapkan menjadi langkah awal memperkuat koordinasi lintas sektor dalam memberantas PETI di Sumbar. Pemerintah daerah berharap ada langkah konkret yang segera dilakukan agar aktivitas tambang ilegal dapat ditekan dan lingkungan tetap terjaga.
Masyarakat pun diminta ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dengan melaporkan aktivitas PETI yang merusak lingkungan. Pemerintah menilai dukungan masyarakat sangat penting karena kerusakan alam yang terjadi saat ini akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat sendiri.
Persoalan PETI memang menjadi tantangan besar bagi Sumatera Barat. Di satu sisi, sebagian masyarakat menggantungkan ekonomi dari aktivitas tambang, namun di sisi lain kerusakan yang ditimbulkan jauh lebih besar dan mengancam keselamatan bersama. Karena itu, diperlukan solusi yang bijak dan berkelanjutan agar kesejahteraan masyarakat tetap terjaga tanpa harus merusak lingkungan.
Dengan adanya komitmen bersama antara pemerintah daerah, Forkopimda, aparat penegak hukum, dan masyarakat, diharapkan praktik PETI di Sumatera Barat dapat ditekan secara bertahap demi menyelamatkan lingkungan dan masa depan generasi mendatang.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com