Sinyalgonews.com,–Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang menjadi dambaan umat Muslim di seluruh dunia. Setiap tahun jutaan jamaah dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan rangkaian ibadah yang penuh makna spiritual. Tahun 2026 atau 1447 Hijriah, puncak pelaksanaan ibadah haji diperkirakan berlangsung mulai 25 Mei hingga 30 Mei 2026 dengan pusat kegiatan berada di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau yang dikenal dengan Armuzna.
Puncak ibadah haji diawali dengan keberangkatan jamaah menuju Padang Arafah pada 8 Zulhijjah. Ribuan bus dan kendaraan khusus disiapkan pemerintah Arab Saudi untuk mengangkut jamaah dari Makkah menuju Arafah secara bertahap. Di lokasi inilah seluruh jamaah akan melaksanakan wukuf yang menjadi inti dan rukun utama ibadah haji. Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa haji adalah wukuf di Arafah.
Wukuf di Arafah diperkirakan berlangsung pada Selasa, 26 Mei 2026 bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1447 Hijriah. Pada momen ini, jutaan umat Islam mengenakan pakaian ihram serba putih sebagai simbol kesetaraan manusia di hadapan Allah SWT. Mereka memperbanyak doa, zikir, istigfar, membaca Al-Qur’an, serta memohon ampunan atas segala dosa dan kesalahan selama hidup.
Padang Arafah menjadi saksi haru dan tangisan jutaan jamaah yang datang dari berbagai penjuru dunia. Tidak sedikit jamaah yang meneteskan air mata ketika memanjatkan doa sambil menengadahkan tangan ke langit. Suasana spiritual di Arafah selalu menghadirkan ketenangan dan kekhusyukan yang mendalam bagi umat Islam.
Setelah matahari terbenam, jamaah bergerak menuju Muzdalifah untuk melaksanakan mabit atau bermalam sambil mengumpulkan batu kerikil yang nantinya digunakan untuk melontar jumrah di Mina. Perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah biasanya dipenuhi gema talbiyah yang dikumandangkan jamaah sepanjang perjalanan.
Di Muzdalifah, jamaah beristirahat di bawah langit terbuka. Kawasan ini menjadi tempat persinggahan penting sebelum jamaah melanjutkan perjalanan menuju Mina. Di lokasi ini pula jamaah mengumpulkan kerikil sebagai simbol persiapan melawan godaan setan dalam prosesi lempar jumrah.
Selanjutnya jamaah bergerak menuju Mina untuk melaksanakan lempar jumrah Aqabah, kemudian dilanjutkan dengan jumrah Ula dan Wustha pada hari-hari tasyrik. Prosesi ini menggambarkan keteguhan iman Nabi Ibrahim AS ketika menghadapi godaan setan saat menjalankan perintah Allah SWT.
Selain melontar jumrah, jamaah juga melaksanakan tahallul dengan mencukur rambut sebagai tanda berakhirnya sebagian larangan ihram. Setelah itu jamaah kembali ke Masjidil Haram untuk melaksanakan tawaf ifadah dan sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah sebagai penyempurna ibadah haji.
Pemerintah Arab Saudi setiap tahun terus meningkatkan pelayanan dan pengamanan demi kelancaran puncak haji. Berbagai fasilitas modern seperti jalur khusus jamaah, pendingin udara, tenda tahan panas, hingga layanan kesehatan disiapkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem dan kepadatan jamaah.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama juga terus memberikan pendampingan kepada jamaah haji Indonesia agar dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman. Petugas haji Indonesia disiagakan di berbagai titik untuk membantu jamaah yang membutuhkan pelayanan kesehatan, informasi, maupun pendampingan ibadah.
Momentum puncak haji tidak hanya menjadi perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan spiritual yang sangat mendalam. Banyak jamaah mengaku merasakan perubahan besar dalam hidup setelah menjalani rangkaian ibadah haji. Nilai kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan ketundukan kepada Allah SWT menjadi pelajaran berharga yang dibawa pulang setelah menunaikan ibadah suci tersebut.
Hari Arafah juga menjadi hari istimewa bagi umat Islam yang tidak berhaji. Banyak umat Muslim di berbagai negara melaksanakan puasa Arafah karena memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.
Puncak haji 2026 diperkirakan kembali menjadi momentum besar persatuan umat Islam dunia. Jutaan manusia dari berbagai bangsa, bahasa, dan warna kulit berkumpul dalam satu tujuan yang sama, yaitu beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT di Tanah Suci Makkah.
Editor: TEUKU HUSAINI
Sinyalgonews.com