PADANG , Sinualgonews.com— Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, S.KM, M.KM, melakukan kunjungan langsung ke RT 002 RW 002, Kelurahan Gurun Laweh, Kecamatan Nanggalo, kawasan yang tercatat 100 persen terdampak bencana banjir bandang. Kunjungan tersebut menjadi momentum penting bagi warga untuk menyampaikan langsung aspirasi dan harapan mereka pascabencana.

Berdasarkan data di lapangan, bencana banjir bandang yang terjadi telah menyebabkan 27 rumah warga hanyut, memaksa puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Hingga kini, trauma dan dampak psikologis masih dirasakan oleh warga, terutama anak-anak dan kelompok rentan.
Dalam kunjungan tersebut, Sekdaprov Sumbar hadir dalam kegiatan tausiah dan trauma healing yang digelar bersama Darel Iman Peduli dan Rihlah Keluarga Muslim, bertempat di Mushola Nurul Ihsan, Gurun Laweh. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan mental, spiritual, serta membangkitkan kembali semangat warga agar mampu bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Suasana haru dan penuh keakraban terasa sepanjang kegiatan. Salah seorang perwakilan warga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Darel Iman yang dinilai konsisten hadir membantu warga sejak awal bencana.
“Kami sangat berterima kasih kepada Darel Iman. Sejak banjir bandang, mereka terus membantu kami, terutama dalam penyediaan sarapan dan makan bagi warga RT 02 RW 02 yang menjadi korban. Bantuan itu sangat berarti bagi kami di masa sulit,” ujar warga tersebut.
Pada kesempatan yang sama, warga juga menyampaikan permintaan mendesak kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, khususnya terkait penanganan Sungai Batang Kuranji yang melintasi wilayah Gurun Laweh.
“Pak Sekda, kami mohon Sungai Batang Kuranji yang ada di Gurun Laweh ini segera dibangun DAM. Kami sudah capek, Pak, sering sekali kena banjir di sini setiap kali sungai Batang Kuranji meluap,” ungkap warga dengan nada penuh harap.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sekdaprov Sumbar Arry Yuswandi menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah konkret dan serius dalam upaya pencegahan banjir di wilayah tersebut.
“InsyaAllah, keinginan warga Gurun Laweh akan segera kami realisasikan. Data dan usulan terkait pembangunan DAM Sungai Batang Kuranji sudah kami naikkan dan saat ini menunggu realisasi dari pemerintah pusat. Ini sudah masuk dalam skala prioritas guna mencegah banjir ke depan,” tegas Arry.
Ia menambahkan, setelah anggaran dari pemerintah pusat turun, proses pengerjaan akan segera dimulai tanpa menunggu waktu lama.
“Begitu dana turun, pengerjaan akan langsung dimulai,” tambahnya.
Kepastian tersebut disambut rasa syukur oleh warga Gurun Laweh. Kehadiran langsung Sekdaprov Sumbar di tengah-tengah warga dinilai sebagai bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap penderitaan masyarakat yang selama ini hidup dalam bayang-bayang ancaman banjir.
Warga berharap, kunjungan ini tidak hanya menjadi simbol empati, tetapi juga menjadi titik awal perubahan nyata, sehingga ke depan mereka dapat hidup lebih aman, tenang, dan terbebas dari bencana banjir bandang yang kerap berulang.
( Pino )